SLEMAN - Pembukaan Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026 berlangsung tak biasa di Lapangan Beran, Sleman, Minggu (13/9). Penyanyi Kunto Aji didapuk membawakan sambutan dalam bentuk tembang macapat. Sementara Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X membuka acara dengan membacakan geguritan.
Kunto Aji yang merupakan seniman asal Sleman melantunkan tembang macapat sebagai bagian dari prosesi pembukaan FKY 2026. Format tersebut menjadi salah satu gebrakan dalam gelaran yang tahun ini mengusung tema besar bahasa dengan tajuk Aksara.
"Kula para panitiya, pagelaran kabudayan puniki, badhe hanyuwun pangestu, ugi lilah lan donga, mugi slamet sedaya mugi rahayu, dinten niki kawiwitan, konjuk puji marang Gusti," ucap Kunto Aji melantunkan tembang macapat ini.
Baca Juga: Bocah Tujuh Tahun Ditemukan Hanyut di Sungai Winongo Kecil, Meninggal karena Tenggelam
Tak berhenti pada Kunto Aji, kejutan juga hadir dari HB X. Jika biasanya menyampaikan sambutan, kali ini HB X memilih membacakan geguritan sebelum secara resmi membuka FKY 2026.
"Sineksen Gusti, mega, srengenge, gunung, segara, lan pertiwi. Kanthi lilah lan pangestu. Festival kebudayaan Ngayogyakarta. Sumangga dibuka, gya laksana!" begitulah kutipan geguritan yang dibacakan Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini.
Usai pembukaan, HB X mengaku memiliki kesan positif terhadap penyelenggaraan FKY tahun ini. Ia juga mengapresiasi penampilan para seniman yang dinilainya telah dipersiapkan dengan baik. "Semoga sampai selesai juga bagus. Partisipasi publik harapan saya juga bagus. Itu saja," ujarnya.
HB X juga menyoroti lokasi penyelenggaraan FKY 2026 di Lapangan Beran. Menurutnya, lokasi tersebut memiliki nilai sejarah karena pernah menjadi area pabrik gula pada masa kolonial.
Ia menyebut pada masa Belanda terdapat sekitar 16 pabrik gula di Yogyakarta, enam di antaranya berada di Sleman. Kini, hanya tersisa satu pabrik gula di Bantul. "Sekarang tinggal satu, nah yang lain dibakar semua ya kan. Ya nggak apa-apa, karena pada hakikatnya pernah ada pabrik," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya mengapresiasi dipilihnya Sleman sebagai lokasi penyelenggaraan FKY 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan adanya kolaborasi antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten dan kota. "Mudah-mudahan ini juga menjadi modal untuk warga masyarakat bisa tahu Sleman, kemudian kunjungan ke Sleman bisa meningkat," ujarnya.
FKY 2026 mengusung tema besar bahasa dengan tajuk Aksara. Gelaran tersebut menjadi ruang untuk melihat bahasa tidak sekadar sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai pintu untuk memahami identitas dan sejarah Yogyakarta.
Tahun ini FKY juga membawa misi rebranding dengan menghadirkan format baru dalam sejumlah program. Salah satunya terlihat dalam prosesi pembukaan yang tidak lagi menggunakan konsep pawai keliling, melainkan pertunjukan kolosal yang melibatkan hampir 700 penari.
Sejumlah program utama juga disiapkan, mulai pawai budaya, pasar budaya, panggung budaya hingga pameran. Pengunjung juga dapat menikmati seni terapan yang menggabungkan fungsi praktis dengan nilai estetika.
Pasar FKY turut menjadi bagian penting dalam gelaran tahun ini. Konsepnya terbagi menjadi pasar statis atau pasar pangkon, pasar tematik yang diisi bergilir oleh perwakilan provinsi serta kabupaten dan kota di DIY, serta pasar ngecer atau pasar wigyan dengan empat instalasi.
FKY 2026 berlangsung di Lapangan Beran, Sleman hingga Sabtu (19/9). (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita