Korban Keracunan usai Konsumsi MBG di Turi Sleman Tembus 120 Orang, Satu Masih Opname

Delima Purnamasari • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 21:29 WIB
SPPG Wonokerto yang menyediakan MBG bagi siswa yang mengalami keracunan di Kapanewon Turi, Sleman. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
SPPG Wonokerto yang menyediakan MBG bagi siswa yang mengalami keracunan di Kapanewon Turi, Sleman. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)

 

SLEMAN - Siswa korban keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kapanewon Turi, Sleman pada Senin (7/9) lalu masih terus bertambah. Para siswa ini merasakan keluhan usai mengonsumsi menu yang terdiri atas nasi putih, bola-bola sapi goreng, edamame, kari kol wortel, dan semangka kuning yang disediakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wonokerto. Tercatat ada tiga sekolah terdampak, yakni SD Muhammadiyah Balerante, SMPN 3 Turi, dan SMK Muhammadiyah 1 Turi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Khamidah Yuliati menjelaskan, berdasarkan pembaruan data hingga 9 September 2026 pukul 21.00, tercatat 658 responden dan 120 orang di antaranya mengalami keluhan kesehatan. Dari jumlah itu terdapat dua siswa yang menjalani opname. Masing-masing satu orang dari SMPN 3 Turi dan SMK Muhammadiyah 1 Turi. 

Baca Juga: Diduga Keracunan MBG, Siswa SDN 1 Sumberagung Bantul Tetap Ikuti Lomba Pakai Popok

"Satu sudah pulang, satu lagi yang dari SMPN 3 Turi belum pulang karena komorbid penyakit lainnya," katanya dikonfirmasi, Kamis (10/9).

Dia sebut pihaknya bersama Puskesmas Turi, Field Epidemiology Training Program Universitas Gadjah Mada (FETP UGM), dan pihak terkait masih melakukan penyelidikan epidemiologi untuk memastikan penyebab dan sumber kejadian. Penanganan terhadap warga yang mengalami keluhan telah dilakukan melalui fasilitas pelayanan kesehatan, dan kondisi pasien masih terus dipantau.

Menurut Yuli, penghentian konsumsi dan distribusi MBG telah dilakukan sebagai langkah pengendalian. Hal ini disertai pemantauan kondisi penerima manfaat dan pencarian kasus tambahan. Sementara soal hasil pemeriksaan laboratorium masih ditunggu sehingga penyebab kejadian belum dapat dipastikan.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 3 Turi Widayati menjelaskan, ada empat siswa yang tadi malam dibawa ke puskesmas, tetapi pagi ini hingga sekarang sudah tidak ada siswa yang dibawa ke puskesmas. Hanya saja memang masih banyak siswa yang izin sakit, pada hari ini jumlahnya mencapai 19 orang. "Di sekolah kami yang terdampak ada 69 siswa dan satu guru," katanya.

Baca Juga: 71 Korban Keracunan MBG di Jetis dari Empat Sekolah, Screening 1.300 Penerima Belum Tuntas

Dia sebut pembelajaran berjalan seperti biasa. Sementara untuk ekstrakurikuler yang terjadwal pada hari Selasa hingga Jumat yang sempat diliburkan karena situasi tidak kondusif sudah berjalan kembali.

Widayati mengonfirmasi usai peristiwa keracunan ini sekolah tidak memperoleh jatah MBG karena operasional SPPG Wonokerto dihentikan. Untuk makan siswa, sekolah telah mengimbau agar mereka membawa bekal masing-masing. Kalau pun terkendala, bisa membeli makanan dari kantin sekolah. (del/laz) 

Editor : Winda Atika Ira Puspita
Sumber : Radar Jogja
Mbg Sleman keracunan SPPG