SLEMAN - Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wonokerto diberhentikan imbas kasus keracunan yang dialami oleh siswa di tiga sekolah di Kapanewon Turi. Berdasarkan data terakhir dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman total ada 101 yang terdampak usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis pada Senin (7/9) lalu.
Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Sleman Hening Sucahya mengonfirmasi bahwa SPPG Wonokerto ini telah diberikan sanksi berupa suspend sementara. Sementara untuk sanksi lainnya dia sebut tergantung dari hasil temuan investigasi yang saat ini masih berlangsung. Pendalaman ini dia sebut dilaksanakan secara internal maupun eksternal. Salah satunya dengan pengambilan sampel untuk diuji oleh Dinas Kesehatan sebagai bagian dari pemeriksaan epidemiologi. "SPPG itu diberhentikan sampai dengan ada hasilnya. Itu disebabkan oleh apa, jadi menjelaskan atas kasus keracunan itu," katanya dikonfirmasi Rabu (9/9).
Baca Juga: Bidik SEA Games, PB PDBI Perketat Kualifikasi Juri hingga Rampungkan Draf Perubahan AD/ART di Jogja
Dia memastikan selama proses pemberhentian ini SPPG tidak mendapatkan aliran dana dari Badan Gizi Nasional (BGN). Hal ini karena tidak ada proses distribusi yang bermakna tidak ada operasional. Sesuai dengan prinsip no pay no service. Untuk pekerja SPPG sendiri dia sebut sementara memang mengganggur. "Untuk SPPG Wonokerto ini produksi sekitar 2.500 porsi dan melayani sekitar 12 sekolah," tambah Hening.
Berdasarkan catatannya, selama 2026 sudah terjadi empat keracunan MBG di Kabupaten Sleman. Hening memastikan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Satgas MBG yang berada di pemerintah provinsi maupun kabupaten. Pihaknya akan terus melakukan monitoring baik ada peristiwa keracunan maupun tidak ada keracunan. "Jadi hampir setiap minggunya ada rapat bersama dengan satgas," terangnya.
Baca Juga: 131 Sekolah di Gunungkidul Direvitalisasi Tahun Ini, 545 Lainnya dari 676 Usulan Belum Terakomodasi
Di Bumi Sembada sendiri dia sebut ada 13 SPPG yang disuspend karena tidak mengantongi sertifikat laik higiene dan sanitasi (SLHS). Ketika nanti sudah memiliki, SPPG tersebut baru bisa beroperasi kembali. Sementara secara keseluruhan dia sebut sudah ada 133 SPPG yang beroperasi di Kabupaten Sleman dari total 141 SPPG yang memiliki dapur dan sudah ada Kepala SPPGnya. Dari jumlah tersebut ada sekitar 270.000 penerima manfaat. Terdiri dari siswa, ibu hamil, ibu menyusui, maupun balita. Setiap menunya menggunakan pagu anggaran Rp 15.000 untuk porsi besar dan Rp 12.000 untuk porsi kecil. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita