Dua Hari Usai Konsumsi MBG Siswa di Turi Masih Alami Gejala Keracunan, Korban Capai 101 Orang

Delima Purnamasari • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 14:48 WIB
Ambulans saat antarkan korban terdampak keracunan - Delima Purnamasari/Radar Jogja
Ambulans saat antarkan korban terdampak keracunan - Delima Purnamasari/Radar Jogja

SLEMAN - Siswa yang mengalami keracunan usai konsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (7/9) lalu masih terus bertambah. Dua hari usai waktu konsumsi para siswa dari tiga sekolah di Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman ini masih mengalami gejala serupa. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Khamidah Yuliati mengonfirmasi hal ini.

Jumlah korban keracunan hingga pada Rabu (9/9) memang masih bertambah dengan total 101 orang terdampak.

Terdiri dari SD Muhammadiyah Balerante sebanyak sepuluh orang yang kini menjalani rawat jalan. Lalu SMP Negeri 3 Turi dengan 65 orang terdampak, 62 di antaranya sempat dirawat di Puskesmas dan dua lainnya di fasilitas kesehatan lain.

Baca Juga: Preview dan Prediksi Barcelona vs Feyenoord di Liga Champions, Duel Raksasa Spanyol dan Belanda

Sementara untuk SMK Muhammadiyah 1 Turi ada 26 orang terdampak. Ada 23 yang sempat menjalani perawatan di Puskesmas dan tiga lainnya di fasilitas kesehatan lain. 

"Ada dua orang yang masih rawat inap di RSUD Sleman, satu dari SMP Negeri 3 Turi dan satu dari SMK Muhammadiyah 1 Turi," katanya dikonfirmasi, Rabu (9/9). 

Menu yang dikonsumsi para siswa ini dibuat oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wonokerto. Menunya terdiri dari nasi putih, bola-bola sapi goreng, edamame, kari kol wortel, dan semangka kuning.

Yuli menjelaskan, bola-bola sapi goreng memang menunjukkan ukuran asosiasi paling tinggi atas peristiwa ini. Hanya saja hal ini masih belum dapat dipastikan sebagai penyebab kejadian dan masih terus dilakukan analisis epidemiologi. 

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 3 Turi, Widayati menjelaskan, pada hari ketiga ini memang ambulans masih disiagakan di sekolah untuk berjaga-jaga apabila ada siswa yang mengalami gejala keracunan.

Dikatakan pembelajaran memang berjalan seperti biasa, tetapi untuk kegiatan ekstrakurikuler yang biasanya dijadwalkan pada hari Selasa hingga Jumat diliburkan. 

"Hal ini karena situasi kurang kondusif dan masih banyak siswa yang masih izin sakit. Untuk hari ini yang izin sakit 29 orang," ujarnya. 

Baca Juga: Update Hari Kedua Pencarian: Tim SAR Perluas Radius Penyisiran Jurnalis Hilang di Selat Sunda 

Widayati mengonfirmasi bahwa usai peristiwa keracunan ini sekolah tidak memperoleh jatah MBG karena operasional SPPG Wonokerto dihentikan. Untuk makan siswa sekolah telah mengimbau agar mereka membawa bekal masing-masing. Kalau pun terkendala bisa membeli makanan dari kantin sekolah. (del)

Editor : Bahana.
turi sleman SPPG wonokerto keracunan mbg Sleman Makan Bergizi Gratis