Aktivitas Gunung Merapi 8 September 2026: 83 Kali Guguran Tercatat, BPPTKG Ingatkan Bahaya Lahar

Iwa Ikhwanudin • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 06:37 WIB
Guguran Lava Merapi Capai 2 Km, BPPTKG Minta Warga Waspada Awan Panas.
Guguran Lava Merapi Capai 2 Km, BPPTKG Minta Warga Waspada Awan Panas.

SLEMAN - Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas kegempaan yang cukup intens sepanjang Selasa, 8 September 2026. Berdasarkan laporan resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), gunung setinggi 2.968 meter di perbatasan Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten ini masih bertahan di status Level III atau Siaga.

Pengamatan periode 00.00 hingga 24.00 WIB mencatat kondisi langit berawan dan mendung di seputar puncak. Angin bertiup lemah hingga sedang menuju arah utara, timur, dan barat, sementara suhu udara berkisar 16,3 hingga 25,8 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi antara 73 hingga 100 persen.

Secara visual, puncak Merapi tertutup kabut tipis hingga tebal pada skala 0-II sampai 0-III. Akibatnya, petugas pemantau tidak dapat mengamati secara langsung kondisi asap kawah pada hari tersebut, meski aktivitas di bawah permukaan tetap terekam alat seismik.

Dari sisi kegempaan, gempa guguran mendominasi dengan 83 kejadian, amplitudo antara 2 hingga 36 milimeter, dan durasi bervariasi dari 22,69 hingga 184,51 detik. Angka ini menjadi indikator adanya material yang terus meluncur dari kubah lava.

Selain itu, tercatat pula 76 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 2 hingga 44 milimeter serta durasi 10,23 sampai 68,45 detik. Jenis gempa ini kerap dikaitkan dengan pergerakan magma di kedalaman dangkal gunung.

Baca Juga: Kembalikan Kejayaan Sentra Bambu Sendari, DPRD DIY Dorong Inovasi Produk untuk Perluas Pasar

Gempa vulkanik dangkal turut terekam sebanyak lima kali dengan amplitudo 4 hingga 20 milimeter, ditambah satu kali gempa tektonik jauh berkekuatan kecil beramplitudo 3 milimeter. Rangkaian data ini memperkuat dugaan bahwa suplai magma dari dalam bumi masih terus berlangsung.

BPPTKG menegaskan bahaya utama saat ini berupa guguran lava dan awanpanas guguran yang mengarah ke sektor selatan-barat daya, meliputi aliran Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer.

Sementara di sektor tenggara, potensi bahaya mengancam alur Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer. Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik diperkirakan dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

Menyikapi kondisi tersebut, warga diimbau untuk tidak beraktivitas apa pun di dalam radius bahaya yang telah ditetapkan. Larangan ini berlaku ketat mengingat suplai magma yang masih aktif berpotensi memicu awanpanas guguran sewaktu-waktu.

Baca Juga: Wakil Ketua I DPRD Kota Jogja Sinarbiyat Minta Pemkot Gandeng Pemangku Wilayah Atasi Desil

Warga di sekitar lereng Merapi juga diminta mewaspadai potensi bahaya lahar, terutama saat hujan turun di kawasan puncak. Material vulkanik yang bercampur air hujan dapat memicu banjir lahar dingin yang mengalir deras melalui sungai-sungai berhulu di Merapi.

Tak kalah penting, masyarakat diimbau mengantisipasi gangguan abu vulkanik apabila sewaktu-waktu terjadi erupsi eksplosif. BPPTKG memastikan akan segera meninjau ulang status aktivitas apabila terjadi perubahan signifikan pada data pemantauan gunung.

Hingga laporan ini diterbitkan, status Merapi tetap berada di Level III (Siaga). Masyarakat diminta terus memantau informasi resmi dari BPPTKG dan menghindari sumber berita yang tidak terverifikasi terkait aktivitas gunung berapi ini.

 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : BPPTKG
Erupsi hari ini Gunung Merapi hari ini bencana hari ini Merapi Hari Ini gempa hari ini