Merapi Masih "Batuk" Sore Ini, BPPTKG Catat Puluhan Kali Gempa dalam 6 Jam

Iwa Ikhwanudin • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 20:18 WIB
Guguran Lava Merapi Capai 2 Km, BPPTKG Minta Warga Waspada Awan Panas.
Guguran Lava Merapi Capai 2 Km, BPPTKG Minta Warga Waspada Awan Panas.

SLEMAN - Gunung Merapi yang menjulang di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali menunjukkan aktivitas kegempaan yang cukup intens sepanjang sore ini. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat rangkaian gempa vulkanik dalam periode pengamatan pukul 12.00 hingga 18.00 WIB, Selasa (8/9/2026).

Gunung setinggi 2.968 meter di atas permukaan laut ini secara administratif membentang di empat kabupaten, yakni Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten. Hingga sore ini, status aktivitas vulkanik Merapi masih bertahan di Level III atau Siaga, sebuah level yang telah ditetapkan otoritas kegunungapian sejak beberapa waktu lalu.

Dari sisi cuaca, kawasan puncak Merapi tercatat berselimut mendung dengan angin bertiup lemah mengarah ke utara dan timur. Suhu udara di sekitar gunung berkisar antara 17,5 hingga 20,7 derajat Celsius, dengan tingkat kelembaban yang cukup tinggi yakni 73 hingga 100 persen, sementara tekanan udara tercatat di rentang 875,1 hingga 918 milibar.

Secara visual, puncak Merapi teramati diselimuti kabut dengan intensitas bervariasi dari level 0 hingga III. Kondisi ini membuat pengamatan asap kawah tidak dapat dilakukan secara maksimal, meski petugas mencatat tidak ada asap kawah yang teramati atau nihil pada periode tersebut.

Yang menarik perhatian dari laporan ini adalah data kegempaan yang cukup padat. Tercatat sebanyak 11 kali gempa guguran dengan amplitudo antara 2 hingga 7 milimeter dan durasi berkisar 67,5 hingga 161,46 detik. Gempa jenis ini umumnya berkaitan dengan aktivitas material yang meluncur di permukaan lereng gunung.

Baca Juga: 4 Hari Berturut-turut, Jepang Kerahkan Jet Tempur Usai Pesawat China Terpantau

Jenis gempa yang paling dominan tercatat sore ini adalah gempa hybrid atau fase banyak, dengan jumlah mencapai 22 kejadian. Amplitudo gempa ini bervariasi cukup lebar, dari 2 hingga 44 milimeter, dengan durasi antara 15,91 hingga 57,59 detik dan selisih waktu S-P sekitar 0,5 hingga 0,7 detik.

Selain itu, petugas pemantau juga mencatat dua kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 4 hingga 20 milimeter serta durasi 14,78 hingga 15,8 detik. Kombinasi berbagai jenis gempa ini mengindikasikan bahwa aktivitas di bawah permukaan gunung masih berlangsung dinamis.

BPPTKG dalam laporannya menegaskan bahwa data pemantauan menunjukkan suplai magma dari dalam perut Merapi masih terus berlangsung. Kondisi ini berpotensi memicu terjadinya awan panas guguran di dalam wilayah yang sudah ditetapkan sebagai daerah potensi bahaya.

Potensi bahaya saat ini terutama mengancam sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga radius 7 kilometer. Sementara di sektor tenggara, ancaman mencakup Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer, dengan lontaran material vulkanik saat letusan eksplosif berpotensi menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

Baca Juga: Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Dapat Picu Iritasi Kulit, Begini Cara Menanganinya

Menyikapi kondisi ini, BPPTKG kembali mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apa pun di dalam daerah yang telah ditetapkan sebagai zona potensi bahaya. Warga di sekitar aliran sungai berhulu di Merapi juga diminta mewaspadai ancaman lahar dan awan panas guguran, khususnya saat curah hujan meningkat di kawasan puncak.

Tak kalah penting, masyarakat juga diminta mengantisipasi gangguan yang mungkin ditimbulkan oleh abu vulkanik apabila terjadi erupsi eksplosif. BPPTKG memastikan akan segera meninjau ulang status aktivitas Merapi apabila terjadi perubahan signifikan pada perkembangan aktivitas vulkanik ke depannya.

Laporan resmi ini disusun oleh tim pengamat BPPTKG, Suraji dan Yulianto, berdasarkan data dari Kementerian ESDM, Badan Geologi, serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : BPPTKG
Erupsi hari ini Gunung Merapi hari ini bencana hari ini Merapi Hari Ini gempa hari ini