ASN Sleman Didorong Aktif Sebar Lima Konten Positif Per Hari, Bisa Pengaruhi Penilaian Kinerja

Delima Purnamasari • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 21:30 WIB
Apel Besar ASN yang digelar di Stadion Tridadi, Senin (7/9). (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
Apel Besar ASN yang digelar di Stadion Tridadi, Senin (7/9). (Delima Purnamasari/Radar Jogja)

SLEMAN – Ribuan aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Sleman didorong aktif menyebarkan konten positif tentang daerah melalui media sosial. Upaya tersebut menjadi salah satu arahan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI Zudan Arif Fakrulloh saat memimpin Apel Besar ASN di Stadion Tridadi, Senin (7/9).

Zudan mengatakan, sekitar 12 ribu PNS dan PPPK di Kabupaten Sleman dapat menjadi kekuatan besar untuk membangun citra positif daerah di dunia maya. Konten yang dibagikan dapat berupa potensi kuliner, perkembangan UMKM, prestasi atlet, hingga produk unggulan seperti batik dan salak.

Baca Juga: Kepada Komisi III DPR saat RDPU, Hardjuno: RUU Perampasan Aset Jangan Menakut-nakuti Masyarakat

Program-program pemerintah daerah, termasuk upaya penanggulangan kemiskinan, juga dapat disebarluaskan melalui akun media sosial masing-masing ASN.

“Kabupaten Sleman dengan 12 ribu PNS dan PPPK akan jadi kekuatan dahsyat yang sangat positif di dunia maya,” kata Zudan dalam arahannya.

Mekanismenya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sleman akan membagikan konten melalui grup kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Selanjutnya, kepala OPD meneruskan konten tersebut kepada pegawai di lingkungan masing-masing.

Konten tersebut nantinya dapat diunggah melalui berbagai platform media sosial, seperti Instagram, X, TikTok, hingga Threads. “Ini akan mengisi dunia maya kita secara positif,” ujarnya.

Baca Juga: Dongkrak Kepercayaan Diri Bahasa Asing, Kampung Inggris Jogja Sediakan 25 Asrama Full English Area

Zudan menilai langkah tersebut lebih bermanfaat dibandingkan menjadikan media sosial sebagai ruang untuk berkeluh-kesah. ASN diharapkan ikut membangun branding institusi dan memperkenalkan berbagai potensi positif yang dimiliki Sleman.

Menurutnya, keterbatasan perangkat tidak menjadi alasan karena ASN telah memiliki gadget yang dapat digunakan untuk mengakses dan menyebarkan konten.

Bupati Sleman Harda Kiswaya menyambut arahan tersebut. Dia bahkan menyebut kepatuhan ASN dalam menyebarkan konten dapat berkaitan dengan penilaian kinerja pegawai. “Jadi memang dari diskominfo tadi sudah disampaikan tiap hari ada lima konten,” ujar Harda.

 

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sleman Wildan Solichin mengatakan, apel besar tersebut wajib diikuti ASN. Kehadiran peserta juga dapat menjadi bagian dari penilaian dalam manajemen talenta.

Peserta yang hadir mendapatkan sertifikat sebagai bukti partisipasi. Namun, Wildan menegaskan tidak ada sanksi khusus bagi ASN yang tidak mengikuti apel. “Sertifikat ini sebagai bukti atensi. Ada perhatian yang bernilai di sistem merit, kalau enggak ikut sanksinya enggak ada,” katanya.

ASN yang tidak hadir, lanjut dia, umumnya karena sedang menjalankan tugas pelayanan. Salah satunya tenaga di sektor kesehatan seperti puskesmas yang tidak mungkin meninggalkan pelayanan kepada masyarakat. (del)

Editor : Sevtia Eka Novarita
Aparatur Sipil Negara (ASN) Sleman konten positif media sosial ASN