Puluhan Siswa dari Tiga Sekolah di Turi Sleman Jadi Korban Keracunan Usai Santap MBG

Delima Purnamasari • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 14:14 WIB
Posko penanganan keracunan di SMP Negeri 3 Turi - Delima Purnamasari/Radar Jogja 
Posko penanganan keracunan di SMP Negeri 3 Turi - Delima Purnamasari/Radar Jogja 

SLEMAN - Sejumlah siswa di Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman mengalami keracunan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (7/9). Pantauan Radar Jogja di SMP Negeri 3 Turi terlihat sejumlah ambulans masih bersiaga dan di pintu masuk dibuat posko sementara untuk komunikasi kasus keracunan ini.

Sementara di Puskesmas Turi terlihat aparat turut mengamankan dan sejumlah siswa sudah bisa dipulangkan usai penanganan kesehatan. 

Panewu Anom Turi, Yunan Nurtrianto menjelaskan, berdasarkan laporan data ada tiga sekolah yang terdampak keracunan. Terdiri dari SMK Muhamadiyah 1 Turi ada 19 siswa, SMP Negeri 3 Turi 23 siswa dan satu guru, serta SD Muhammadiyah Balerante dua orang siswa.

Mereka mengalami gejala serupa, seperti mual, pusing, sakit perut, dan muntah. Yunan menjelaskan, untuk sementara ini pemerintah kapanewon masih terus memantau sekolah yang mendapatkan MBG dari SPPG ini. 

"Kami berikan pemahaman karena dari dinas kesehatan menyampaikan keracunan itu reaksinya tidak harus hari ini, bisa sampai tiga hari ke depan," katanya ditemui di SMP Negeri 3 Turi, Senin (7/9). 

Baca Juga: Prediksi Skor Udinese vs Lazio di Serie A, Update Tim, Susunan Pemain dan Skor Akhir

Sekolah ini disuplai dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sleman Turi Wonokerto. Menurut Yunan, sebenarnya ada empat sekolah yang dapat kloter pagi, termasuk TK Indriyasana, tetapi sebelum dikonsumsi oleh siswa TK tersebut, MBG sudah ditarik imbas peristiwa ini. Sementara terkait menunya terdiri dari bola-bola daging, edamame, semangka, nasi putih, dan sayur kol dengan wortel. 

Untuk saat ini dia memastikan pemerintah terus melakukan pemantauan termasuk dengan mensiagakan ambulans agar jika ada korban bisa segera dibawa ke Puskesmas. Kalau pun perlu dirujuk akan dibawa ke RSUD Sleman yang sudah dikoordinasikan. 

"Kalau ada gejala-gejala bisa segera dilaporkan dan dibawa ke faskes terdekat," katanya. 

Dia memastikan seluruh pembiayaan atas penanganan kesehatan siswa ini akan jadi tanggung jawab SPPG maupun APBD Kabupaten Sleman. Berdasarkan sepengetahuannya, ini adalah kasus kedua keracunan usai mengonsumsi MBG di Kapanewon Turi. 

Disinggung soal pemberhentian sementara, Yunan menjelaskan bahwa mekanisme ini dilakukan oleh Kepala SPPG di tingkat kabupaten. Penutupan dilakukan atas rekomendasi dari Dinas Kesehatan. Hanya saja dia mengaku belum memantau sejauh mana proses penerbitan surat keputusan tersebut. (del)

Editor : Bahana.
smpn 3 turi keracunan mbg Mbg Sleman