SLEMAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman tengah memproses pengisian tiga jabatan eselon II yang masih kosong. Pengisian dilakukan melalui mekanisme manajemen talenta atau talent pool, bukan melalui lelang terbuka.
Bupati Sleman Harda Kiswaya mengatakan, mekanisme manajemen talenta dipilih karena Pemkab Sleman telah berhasil menerapkan sistem merit dalam pengelolaan aparatur sipil negara (ASN). Hal itu dibuktikan dengan diraihnya BKN Awards 2025 sebagai terbaik I tingkat nasional dalam kategori manajemen ASN.
"Sleman terbaik se-Indonesia, masa tidak pakai manajemen talenta," kata Harda saat dikonfirmasi Jumat (4/9).
Baca Juga: Sebut Demokrasi RI Alami Kemunduran, Hasto Beberkan 5 Agenda Strategis PDIP di Forum Asia
Tiga jabatan eselon II yang akan diisi dalam periode ini yakni kepala badan keuangan dan aset daerah (BKAD), kepala dinas kebudayaan, dan sekretaris DPRD Sleman.
Untuk jabatan kepala BKAD, terdapat tiga kandidat. Yakni Heri Setyawati, Titin Marlina, dan Wawan Hariawan. Sementara jabatan kepala dinas kebudayaan diikuti tiga kandidat, yakni Esti Listyowati, Kurnia Astuti, dan Samino.
Adapun jabatan sekretaris DPRD Sleman memiliki delapan kandidat. Yakni Asih Kushartati, Basuki, Cholis Noor Mutaslimah, Christiana Rini Puspitasari, Claustantianus Wibisono Tanggono, Heribertus Riswidodo, Sumaryati, dan Yuni Prasetyo Budi Ilmawan.
Baca Juga: Ikan Lisong Melimpah di Pantai Baron, DKP Soroti Konsumsi Ikan Gunungkidul Masih Rendah
Harda mengatakan, seluruh tahapan seleksi telah dilalui, termasuk uji kompetensi. Saat ini proses pengisian jabatan tersebut tinggal menunggu pelantikan. "Sudah prosesnya itu, ditambah uji kompetensi selesai. Tinggal dilantik," ujarnya.
Pemkab Sleman menargetkan pelantikan pejabat definitif dilakukan pada September. Jika belum memungkinkan, pelantikan ditargetkan paling lambat Oktober.
Menurut Harda, pengisian jabatan tersebut perlu segera dilakukan karena posisi yang kosong memiliki peran strategis bagi pemerintahan daerah. Salah satunya Kepala BKAD yang memiliki peran penting dalam tata kelola keuangan daerah, termasuk memetakan potensi dan mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD). "Pejabat yang baru harus punya kualifikasi untuk bisa menerjemahkan tata kelola keuangan dan prosedurnya," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan, Pendidikan, dan Pelatihan Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sleman Yanuar Purnomo Putro mengatakan, proses talent pool diikuti 26 kandidat yang dipanggil untuk wawancara. Dari proses tersebut, terdapat 14 kandidat yang masuk dalam daftar untuk tiga jabatan yang sedang diisi.
Yanuar menambahkan, jabatan kepala dinas kesehatan juga masih kosong. Namun, pengisian jabatan definitif tersebut belum masuk dalam gelombang talent pool kali ini.
"Khusus sekretaris DPRD, berdasarkan ketentuan UU, usulan pengangkatannya nanti harus mendapatkan persetujuan dari pimpinan dewan," ujarnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita