SLEMAN - Aktivitas produksi pakan ikan atau pelet di Kalurahan Tegaltirto, Berbah, Sleman dikeluhkan warga karena menimbulkan bau menyengat. Bau tersebut disebut mengganggu warga hingga menyebabkan pusing dan mual.
Panewu Berbah Djaka Sumarsono membenarkan adanya keluhan tersebut. Menurutnya, bau menyengat tercium di sejumlah lingkungan sekitar lokasi produksi. "Memang sangat menyengat baunya, buat pusing dan mual," kata Djaka saat dikonfirmasi Jumat (4/9).
Keluhan tidak hanya datang dari warga yang tinggal di sekitar lokasi. Bau tersebut juga dirasakan siswa sekolah, pedagang pasar, hingga pegawai pabrik di sekitar kawasan.
Baca Juga: Tak Kunjung Pulang, Penjaring Ikan Hilang di Pantai Entak Kebumen
Djaka menjelaskan, produksi pakan ikan tersebut menggunakan bahan baku berupa kepala ikan, seperti kepala lele dan nila. Sebagian bahan baku berasal dari sisa bahan yang tidak dimanfaatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Pakan tersebut diproduksi secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan ikan karena pengelola memiliki kolam dengan luas cukup besar.
Pemerintah Kapanewon Berbah bersama pemerintah kalurahan telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Selasa (1/9). Dalam peninjauan tersebut, ditemukan sekitar empat boks bahan atau olahan pakan. Namun, Djaka mengaku belum mengetahui secara pasti kapasitas produksi pakan setiap harinya.
Atas persoalan tersebut, telah disepakati pengelola untuk memindahkan aktivitas pengolahan pakan ikan. Pemindahan ditargetkan dilakukan dalam waktu tiga minggu setelah peninjauan.
Baca Juga: Sapi Mati Misterius di Gunungkidul, Dugaan Dimakan Satwa Liar hingga Dijagal
"Kalau dengar-dengar dari pamong, katanya itu sudah dilakukan dari sekitar tahun 2020," ujarnya.
Djaka menegaskan, pemindahan hanya berlaku untuk aktivitas pengolahan pakan ikan. Sementara keberadaan kolam ikan tetap diperbolehkan karena tidak menimbulkan bau yang mengganggu lingkungan.
Dikonfirmasi terpisah, pengelola Kelompok Pembudidayaan Ikan (KPI) Ngupoyo Mino, Suharyanto mengaku, telah mengetahui persoalan tersebut. Pihaknya berkomitmen menindaklanjuti keluhan warga sesuai arahan dan masukan dari pemerintah.
Salah satu langkah yang dipertimbangkan yakni menghentikan atau mengurangi penggunaan bahan baku yang menimbulkan bau menyengat.
"Intinya saya komitmen untuk benahi biar enggak menimbulkan bau lagi. Ini kami masih terus koordinasi," katanya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita