SLEMAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman melaporkan data terbaru korban dugaan keracunan program makan bergizi gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Kapanewon Sleman, Senin (31/8) lalu. Teranyar, 229 orang dengan keluhan kesehatan yang sama.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Sleman Khamidah Yuliati mengatakan, berdasarkan data awal 28 orang bergejala. Terdiri dari 25 siswa SD Negeri Nyaen 2, dua siswa TK Keluarga, dan satu orang tenaga pendidik. Namun, hasil pendataan terbaru menunjukkan hasil berbeda.
Pihaknya terus melakukan penyelidikan epidemiologi di wilayah kerja Puskesmas Sleman atas dugaan keracunan tersebut. Dari data sementara terhadap 1.110 responden ditemukan 229 orang dengan keluhan kesehatan yang sama. Dari jumlah tersebut tiga di antaranya menjalani rawat jalan dan tidak ada yang rawat inap.
Baca Juga: Sebulan Curi Sebelas Lampu Proyek Tol, Pria Asal Gamping Sebabkan Kontraktor Rugi Rp 13 Juta
"Gejala yang paling banyak dilaporkan adalah sakit perut dan diare," katanya dikonfirmasi, Kamis (3/9/2026).
Seluruh yang terdampak berasal dari satu lokasi yang sama, yakni SPPG Pandowoharjo. Terkait jumlah sekolahnya dia sebut sudah ada beberapa yang teridentifikasi, tetapi data masih diverifikasi. Untuk menghindari kekeliruan, daftar sekolah dan jumlah kasus per sekolah akan disampaikan setelah data terkonfirmasi.
Yuli menegaskan, penyebab keracunan makanan ini masih dalam proses pemeriksaan laboratorium dan analisis epidemiologi lanjutan juga masih berlangsung. Dia memastikan pemkab bersama instansi terkait terus melakukan penanganan, pemantauan, serta akan menyampaikan informasi terbaru berdasarkan hasil pemeriksaan yang terverifikasi.
Baca Juga: Anak Kerap Haus, Berat Badan Turun Signifikan: Kesaksian Lanjutan Ortu Anak Korban Kekerasan Daycare
Sementara itu, Panewu Sleman Rohmiyanto menjelaskan, pada hari ini telah melakukan pengecekan di SMA 2 Sleman dan SMK YPKK yang juga dilaporkan ikut terdampak keracunan makanan ini. Dari pertemuan dengan kepala sekolah secara langsung tersebut disampaikan seluruh siswa masuk dan mengikuti pembelajaran seperti biasa.
"Kami juga menindaklanjuti dengan bertemu kepala SPPG," katanya. (del/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita