Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Sleman Harsono Budi Waluyo buka suara atas peristiwa ini.
Dia menilai sampai dengan saat ini belum dapat dipastikan penyebab dugaan gangguan pencernaan tersebut dan belum dapat disimpulkan kaitannya dengan makanan yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sleman Pandowoharjo.
Hal ini karena pemeriksaan laboratorium dan investigasi masih berlangsung. Pada Senin (31/8) lalu menu yang diberikan pada penerima manfaat dia sebut terdiri dari nasi putih, bola-bola ayam saus mentai, tahu pop krispi, tumis pokcoy, dan buah melon.
"Sebagai langkah kehati-hatian, operasional SPPG dihentikan sementara," katanya dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis (3/9).
Baca Juga: Komplotan Residivis Bobol Tembok, Gasak Beras dan Gabah di Magelang
Penutupan tersebut dilakukan sampai dengan hasil pemeriksaan dan rekomendasi Dinas Kesehatan serta pihak terkait diperoleh.
Berdasarkan pendataan bersama Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, terdapat 28 orang yang melaporkan adanya keluhan. Terdiri atas 25 siswa SD Negeri Nyaen 2, dua siswa TK Keluarga, dan satu guru. Sebanyak satu orang di antaranya menjalani pemeriksaan rawat jalan di Puskesmas dan tidak terdapat penerima manfaat yang menjalani rawat inap.
"Kami memastikan pemantauan terhadap kondisi penerima manfaat terus dilakukan," lanjutnya.
Harsono menegaskan, seluruh proses penanganan dilaksanakan sesuai prosedur dengan mengedepankan keselamatan penerima manfaat serta prinsip kehati-hatian. Atas dugaan gangguan pencernaan ini Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman bersama KPPG, Korwil, Korcam, dan pihak SPPG juga telah melakukan pemeriksaan lapangan dan inspeksi sanitasi.
"Sampel makanan juga telah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium," tambahnya.
Sementara itu, Panewu Sleman, Rohmiyanto menjelaskan, mereka yang terdampak ini mengalami gejala serupa, seperti pusing dan diare. Dia sebut dari laporan awal memang ada 28 orang yang terdampak, tetapi dari hasil pendataan Google Form, ditemukan tambahan siswa terdampak dari SMA Negeri 2 Sleman dan SMK YPKK.
"Jadi dugaan dari MBG Senin tanggal 31, lalu mulai bergejala malam Selasanya," katanya. (del)
Editor : Bahana.