Tiga Gedung Baru Rumah Sakit Jiwa Grhasia Habiskan Rp 34 Miliar Dana Kesitimewaan

Delima Purnamasari • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 21:36 WIB
Gubernur DIY Hamengku Buwono X saat meninjau peresmian tiga gedung Rumah Sakit Jiwa Grhasia Selasa (1/9). (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
Gubernur DIY Hamengku Buwono X saat meninjau peresmian tiga gedung Rumah Sakit Jiwa Grhasia Selasa (1/9). (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
SLEMAN - Tiga gedung baru Rumah Sakit Jiwa Grhasia telah diresmikan pada Selasa (1/9). Terdiri dari Gedung Madukara untuk pelayanan rawat jalan terpadu, Gedung Mandala Wangi untuk layanan rehabilitasi medik, serta Gedung Arogya Ghati untuk layanan farmasi. Tambahan fasilitas bangunan ini bertujuan untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat. 
 
Direktur Rumah Sakit Jiwa Grhasia Akhmad Akhadi menyampaikan, pembangunan gedung tersebut menghabiskan anggaran Rp 34,05 miliar yang bersumber dari dana keistimewaan tahun anggaran 2025. Rinciannya untuk Gedung Madukara yang terdiri dari dua lantai sebesar Rp 19 miliar. Tidak hanya untuk pelayanan rawat jalan, gedung ini juga dilengkapi fasilitas pendukung berupa kedai kopi. Sementara Gedung Mandala Wangi Rp 9 miliar yang juga terdiri dari dua lantai dilengkapi gymnasium modern. Sementara Gedung Arogya Ghati sebesar Rp 5,6 miliar. 
 
Baca Juga: Komoditas Daging Ayam Ras Dominan Picu Inflasi selama Agustus, Permintaan Tinggi karena Program MBG
 
"Pembangunan ini adalah komitmen nyata kami dalam menghadirkan layanan medis yang cepat dan terintegrasi," katanya di sela-sela acara. 
 
Dengan resmi beroperasinya gedung ini Rumah Sakit Jiwa Grhasia telah siap melayani pasien rawat jalan psikiatri sejak 1 Januari 2026. Layanan juga telah terintegrasi melalui sistem digital untuk memudahkan pendaftaran daring bagi masyarakat sekaligus mengakses layanan rekam medis elektronik. 
 
Sementara itu, Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X menekankan, ketiga gedung baru ini merupakan satu kesatuan mata rantai pelayanan yang menghubungkan penanganan, pemulihan, hingga kesinambungan terapi. HB X mengingatkan agar kemajuan fisik dan teknologi fasilitas kesehatan senantiasa diimbangi dengan sentuhan kemanusiaan. Baginya kemajuan pelayanan kesehatan tidak pernah dapat diukur hanya dari bertambahnya bangunan dan peralatan. 
 
Baca Juga: Digelar Tiga Hari di GOR UNY, YOT VI 2026 Jadi Kawah Candradimuka Pembinaan Karateka Usia Dini
 
"Infrastruktur memperoleh maknanya ketika menghadirkan pelayanan yang lebih baik bagi sesama manusia," tegasnya.
 
HB X juga mengajak masyarakat dan seluruh elemen Rumah Sakit Jiwa Grhasia untuk bersama-sama mengikis stigma terhadap gangguan kesehatan jiwa. Menurutnya, pemulihan sejati terjadi saat pasien mampu kembali menjalankan fungsi sosialnya di tengah masyarakat dengan bermartabat dan percaya diri. (del) 
 
 
Editor : Sevtia Eka Novarita
Rumah Sakit Jiwa Grhasia Danais gedung baru dana keistimewaan layanan