Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas 2.000 Meter, Warga di Lereng Gunung Diminta Waspada

Iwa Ikhwanudin • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 07:09 WIB
Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas 2.000 Meter, Warga di Lereng Gunung Diminta Waspada
Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas 2.000 Meter, Warga di Lereng Gunung Diminta Waspada

SLEMAN - Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas guguran pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Dalam periode pengamatan pukul 00.00 hingga 24.00 WIB, satu kali awan panas guguran tercatat meluncur sejauh maksimum 2 kilometer ke arah Kali Sat/Putih.

Aktivitas tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam pemantauan Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Hingga saat ini, status aktivitas Merapi masih berada pada Level III atau Siaga.

Berdasarkan laporan aktivitas gunung api yang dihimpun Badan Geologi melalui BPPTKG, awan panas guguran tersebut memiliki amplitudo maksimum 31 mm dengan durasi mencapai 142,28 detik. Arah luncuran menuju sektor Kali Sat/Putih.

Selain awan panas guguran, aktivitas kegempaan Merapi juga cukup dominan. Dalam sehari tercatat 89 kali gempa guguran dengan amplitudo 2 hingga 33 mm dan durasi antara 38,14 sampai 166,7 detik.

Pemantauan juga mencatat 62 kali gempa hybrid atau fase banyak. Gempa tersebut memiliki amplitudo 2 hingga 41 mm, dengan durasi 8,15 sampai 56,86 detik. Selain itu, terjadi dua kali gempa vulkanik dangkal.

Baca Juga: Akhir Pekan di Pakuwon Mall? Ikuti Demo AI dan Kompetisi Gamer di Ajang Gadget Yogyakarta

Dari pengamatan visual, kondisi puncak Merapi sempat terlihat jelas hingga tertutup kabut dengan tingkat 0-II. Asap kawah bertekanan lemah juga teramati berwarna putih, tipis, dengan ketinggian sekitar 22 hingga 50 meter di atas puncak kawah.

Aktivitas permukaan berupa guguran lava juga masih berlangsung. BPPTKG mencatat sedikitnya 31 kali guguran lava yang bergerak ke arah barat daya, meliputi Kali Bebeng, Kali Sat/Putih, dan Kali Krasak.

Jarak luncur guguran lava tersebut mencapai maksimum sekitar 2 kilometer. Kondisi ini menunjukkan bahwa aktivitas Merapi masih perlu mendapat perhatian, terutama bagi masyarakat yang berada di kawasan alur sungai berhulu di gunung tersebut.

BPPTKG menyebut suplai magma ke tubuh Merapi masih berlangsung. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di wilayah yang masuk dalam zona potensi bahaya.

Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di kawasan yang telah ditetapkan sebagai daerah potensi bahaya. Ancaman tidak hanya berasal dari guguran lava dan awan panas, tetapi juga lahar ketika hujan turun di kawasan Gunung Merapi.

Baca Juga: Dulu KUD Jadi Andalan Masyarakat untuk Bayar Listrik dan Beli Pupuk, Kini Tinggal Kenangan

Potensi bahaya di sektor selatan-barat daya mencakup Sungai Boyong hingga 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer. Sementara sektor tenggara meliputi Sungai Woro hingga 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer dari puncak.

BPPTKG juga mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik jika terjadi erupsi eksplosif. Untuk saat ini, warga diminta tetap mengikuti informasi resmi dan menjauhi zona bahaya. Jika aktivitas Merapi berubah secara signifikan, tingkat aktivitas gunung api akan kembali dievaluasi.

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : BPPTKG
Erupsi hari ini Gunung Merapi hari ini Gunung Merapi Merapi Hari Ini Kabupaten Sleman