SLEMAN - Impian Kabupaten Sleman memiliki Taman Budaya belum akan terwujud dalam waktu dekat. Pembangunan fasilitas budaya terpadu di Kalurahan Pandowoharjo, Kapanewon Sleman itu diperkirakan baru rampung pada 2031 jika pendanaan tetap diberikan secara bertahap.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman Sukarmin mengatakan, pembangunan Taman Budaya Sleman sejatinya ditargetkan selesai pada 2028. Namun, keterbatasan anggaran membuat pengerjaan dilakukan secara bertahap.
Tahun ini, anggaran yang turun sekitar Rp5 miliar. Dana tersebut digunakan untuk penataan lahan, pembangunan talut, dan pemasangan pagar yang ditargetkan selesai Agustus.Baca Juga: Tanpa Kemenangan di Lima Laga Terakhir, Inter Miami Tunjuk Kily Gonzalez Sebagai Nahkoda Anyar
“Perencanaan kebutuhan itu sekitar Rp 130 miliar, tapi tahun ini dana yang turun Rp 5 miliar,” kata Sukarmin saat dikonfirmasi Jumat (28/8).
Menurut dia, pembangunan talut dan pagar telah dilakukan secara bertahap sejak tahun-tahun sebelumnya. Sementara itu, bangunan utama Taman Budaya hingga kini belum mulai dikerjakan. Jika pola pendanaan masih sama, pembangunan keseluruhan kawasan diperkirakan baru dapat diselesaikan sekitar 2031.
Taman Budaya Sleman dirancang menjadi kawasan budaya terpadu di atas lahan seluas sekitar tiga hektare. Fasilitas yang disiapkan antara lain amfiteater, gedung pertunjukan, serta pusat informasi kebudayaan berbasis digital.
Baca Juga: Atasi Dampak Kemarau, Astra Motor Yogyakarta Salurkan Bantuan 20 Tangki Air Bersih ke Gunungkidul
Sukarmin mengatakan, detail engineering design (DED) pembangunan tersebut telah selesai. Namun, realisasi fisik tetap bergantung pada ketersediaan anggaran dari Paniradya Kaistimewaan. “Pembangunannya tentu nunggu dari Paniradya. Urusan keistimewaan itu dari kebudayaan, pertanahan, tata ruang, sampai pemerintahan,” ujarnya.
Sejak awal pembangunan Taman Budaya telah direncanakan menggunakan dana keistimewaan. Karena itu, kebutuhan anggaran tidak serta-merta dapat ditutup menggunakan APBD Kabupaten Sleman.
Di sisi lain, Pemkab Sleman juga memiliki sejumlah program prioritas lain, terutama infrastruktur dan pendidikan. Kondisi tersebut membuat pembangunan Taman Budaya harus menyesuaikan besaran anggaran yang tersedia setiap tahun.
“Kalau kami menyesuaikan, dapatnya berapa, cukup mengerjakan apa, begitu,” kata Sukarmin. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita