Merapi Level III Siaga, Semburkan Awan Panas 2 KM Hari Ini, Warga Diminta Jauhi 7 Sungai Ini

Iwa Ikhwanudin • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 04:38 WIB
Ilustrasi Awan panas guguran gunung Merapi.
Ilustrasi Awan panas guguran gunung Merapi.

 SLEMAN - Status Gunung Merapi masih bertahan di Level III atau Siaga. Aktivitas vulkanik salah satu gunung teraktif di Indonesia ini belum menunjukkan tanda-tanda melandai.

Berdasarkan laporan resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode pengamatan Senin, 25 Agustus 2026, Merapi kembali menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi.

Secara meteorologi, cuaca di sekitar puncak Merapi terpantau cerah hingga mendung. Angin bertiup lemah ke arah barat dengan suhu udara berkisar 16 hingga 25 derajat Celcius. Meski sempat tertutup kabut tipis, visual puncak gunung setinggi 2.968 meter di atas permukaan laut itu masih terlihat jelas.

Dari kawah, teramati asap putih tipis hingga sedang dengan tekanan lemah. Ketinggiannya mencapai 50 sampai 400 meter di atas puncak. 

Baca Juga: DPD Tani Merdeka Kebumen Siap Demo Tandingan, Kawal Program Strategis Presiden Prabowo

Paling mencolok, terjadi awan panas guguran. Luncurannya tercatat mencapai 2.000 meter mengarah ke hulu Kali Sat atau Kali Putih. Selain itu, guguran lava juga teramati sebanyak 20 kali dengan jarak luncur maksimal yang sama, 2 kilometer, mengarah ke sektor barat daya meliputi Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak.

Aktivitas kegempaan Merapi pun masih fluktuatif. Dalam 24 jam, seismograf mencatat 1 kali gempa awan panas guguran dengan amplitudo 59 mm dan durasi 142 detik. Gempa guguran mendominasi dengan 110 kejadian, disusul 67 kali gempa hybrid atau fase banyak.

Tercatat pula 1 kali gempa vulkanik dangkal dan 2 kali gempa tektonik jauh. Data ini mengindikasikan suplai magma dari dalam masih terus berlangsung.

Atas kondisi tersebut, BPPTKG mempertahankan rekomendasi bahaya. Potensi utama saat ini adalah guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya. Meliputi Sungai Boyong dengan jarak maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh 7 kilometer.

Baca Juga: Prioritas untuk Desil 1-4, Penerima Bansos di Kota Magelang Turun dari 13 Ribu Tinggal 6.000

Sementara di sektor tenggara, bahaya meliputi Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol 5 kilometer. Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik diperkirakan bisa mencapai radius 3 kilometer dari puncak.

Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas apapun di daerah potensi bahaya tersebut. Warga di sekitar Merapi juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya lahar hujan dan awan panas guguran, terutama saat turun hujan.

Selain itu, masyarakat juga diminta mengantisipasi gangguan abu vulkanik dari erupsi. BPPTKG menegaskan akan segera meninjau kembali status Merapi jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan.

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : BPPTKG
Erupsi hari ini Gunung Merapi hari ini Sleman Merapi Hari Ini Merapi