Berawal dari Warga Bakar Sampah, Lahan Salak Seluas 1000 Meter di Sleman Terbakar

Delima Purnamasari • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:54 WIB
Lahan salak di Kabupaten Sleman yang terbakar - Dokumentasi pribadi
Lahan salak di Kabupaten Sleman yang terbakar - Dokumentasi pribadi

SLEMAN - Kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Sleman. Kali ini musibah menimpa kebun salak di Dusun Kalirase, Kalurahan, Trimulyo, Kapanewon Sleman. Dalam kejadian pada Senin (24/8) malam sekitar pukul 20.30 ini kebun salak seluas 1000 meter persegi hangus terbakar. 

Panewu Sleman, Rohmiyanto mengonfirmasi peristiwa tersebut. Dia sebut kejadian diketahui dari warga setempat yang melapor melalui WhatsApp. Sementara pemilik lahan adalah seorang pensiunan yang juga warga setempat bernama Sunardi, 72.

"Betul terjadi kebakaran. Penyebabnya itu karena ada warga membakar sampah di dekat area perkebunan salak, tapi kini sudah terkondisi," katanya dihubungi, Selasa (25/8). 

Baca Juga: Di Balik Layar Operasi Pesta Copet, Cerita Ernest Prakasa Garap Film Paling Rumit

Dalam penanganan kebakaran ini dia sebut ada sejumlah personel yang terlibat. Mulai dari relawan Kalurahan Trimulyo, lalu Redkar Sleman enam personel, dan tiga personel dari Pemadam Kebakaran Hino. Penanganan dilakukan juga dibantu dengan dua mobil pemadam kebakaran.

Rohmiyanto memastikan tidak ada korban jiwa akibat kebakaran ini. Sementara untuk kerugian materil diperkirakan sekitar Rp 2 juta. 

"Kebanyakan pohon memang belum berbuah, tapi ada yang sudah walaupun tidak banyak," ujarnya. 

Saat ini kondisi pohon-pohon salak ini dalam kondisi hangus meski beberapa masih ada yang terselamatkan.

Menurut Rohmiyanto, penanganan yang cepat membuat kebakaran tidak meluas dan langsung terkondisi.
Baca Juga: Liverpool Tegaskan Tak Akan Rekrut Gelandang Bertahan, Andoni Iraola Fokus Perbaiki Sistem Tim

Dia sebut area ini berada di area persawahan sehingga komoditasnya tidak hanya pohon salak. Atas peristiwa ini dia imbau agar warga tidak membakar sampah secara sembarangan agar nantinya tidak jadi pemicu kebakaran. 

"Imbauan ini sebenarnya sudah sering kami sampaikan saat bertemu masyarakat atau pada pertemuan-pertemuan," terangnya. (del)

Editor : Bahana.
kebun salak kebakaran lahan Sleman