SLEMAN - Aktivitas perdagangan di Pasar Godean, Sleman kembali menggeliat. Gelaran Gerakan Masyarakat Meramaikan Pasar (Gempar) yang menghadirkan hiburan seni dan budaya menjadi magnet baru untuk mendatangkan pembeli sekaligus mendongkrak omzet pedagang Senin (24/8).
Bupati Sleman Harda Kiswaya turut meramaikan kegiatan yang diinisiasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman menilai, pasar tradisional harus terus dibuat menarik. Agar masyarakat kembali menjadikannya sebagai pilihan berbelanja.
Baca Juga: Budaya Belajar Tak Cukup Dibangun Menjelang Ujian, Muhammadiyah Dorong Pembelajaran Mendalam
“Dengan adanya Gempar ini akan ada orang yang datang ke pasar. Pasar Godean nanti pengunjungnya melimpah dan dagangannya jadi laris,” ujar Harda di sela-sela kunjungan.
Harda mengatakan, keramaian pasar perlu dibarengi pembenahan pelayanan dan kenyamanan. Dia meminta disperindag tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Tetapi terus melakukan perbaikan agar pasar semakin menarik bagi pedagang maupun pembeli. “Pasar harus berbenah agar menjadi menarik bagi pembeli,” tegasnya.
Dia juga meminta pedagang tidak ragu melaporkan apabila menemukan pelayanan yang kurang baik. Masukan tersebut dinilai penting untuk memperbaiki pengelolaan pasar. “Para pedagang jangan takut untuk lapor apabila ada pelayanan yang kurang baik,” ujarnya.
Baca Juga: Tak Butuh Waktu Lama untuk Adaptasi, Adrian Dalmau Sebut Gaya Main Van Gastel Cocok Dengannya
Gempar turut dimeriahkan pertunjukan campursari dan tari-tarian. Hiburan tersebut diharapkan menjadi daya tarik tambahan agar masyarakat tidak hanya datang menikmati acara, tetapi juga berbelanja di pasar.
Harda menambahkan, penguatan pasar tradisional membutuhkan kolaborasi pemerintah, DPRD, dunia usaha, pedagang, hingga media. Dengan sinergi tersebut, pasar diharapkan tidak sekadar menjadi tempat transaksi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Godean Sri Kundari mengatakan, penjualan pedagang secara umum mulai menunjukkan peningkatan. Namun, sektor fesyen masih relatif sepi dibandingkan komoditas lainnya.
Karena itu, dia berharap kegiatan semacam Gempar digelar secara konsisten. “Event ini akan jadi magnet buat promosi para pedagang,” katanya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita