Siswa SMPN 3 Gamping Tewas Tertabrak Motor, Polisi Dalami Dugaan Saling Cegat Pelajar

Delima Purnamasari • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 13:08 WIB
Penanganan kecelakaan lalu lintas di Jalan Siliwangi pada Sabtu (22/8)  - Dokumentasi Polresta Sleman
Penanganan kecelakaan lalu lintas di Jalan Siliwangi pada Sabtu (22/8)  - Dokumentasi Polresta Sleman

SLEMAN - Seorang siswa SMPN 3 Gamping berinisial HFN, 17, meninggal dunia dan telah dimakamkan pada Minggu (24/8) lalu. Tersiar kabar bahwa peristiwa ini dipantik oleh tawuran antara pelajar di Jalan Siliwangi, tepatnya di sebelah timur SMPN 3 Gamping.

Salah satu warga Dusun Nogosaren yang tidak mau disebutkan namanya mengonfirmasi kejadian ini. Dia sebut peristiwa bermula pada Sabtu (23/8) dini hari. Saat itu korban memang menghadang rombongan siswa dari sekolah lain di wilayah Kapanewon Mlati. Sesampainya di lokasi tertabrak motor dari rombongan tersebut. 

"Si anak yang menghadang itu sebenarnya sudah janjian. Kalau anak sekarang mau tawuran itu janjian," katanya ditemui, Senin (24/8). 

Dia menilai peristiwa ini memang dikhawatirkan jadi pemicu balas dendam apabila ada privokasi lebih lanjut. Apalagi berdasarkan pantauannya pagi ini ada sejumlah anak SMA yang diduga alumni dari SMPN 3 Gamping berkelompok memantau lokasi peristiwa terjadi. 

Sementara itu, PS. Kasihumas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro menjelaskan, informasi terkait saling cegat dua kelompok SMP ini masih didalami. Petugas disebut masih melakukan penyelidikan untuk memastikan rangkaian kejadian. 

Baca Juga: Bologna vs Lazio, Prediksi Skor, H2h dan Susunan Pemain, Tekad Bangkit Biancocelesti

"Terkait informasi yang beredar terkait adanya saling cegat antar kelompok pelajar masih kami dalami," katanya. 

Kronologi sementara yang disampaikan Argo sebatas ada dugaan kecelakaan lalu lintas. Peristiwa tersebut melibatkan sepeda motor Honda Vario dan seorang pejalan kaki. Pengendara sepeda motor berinisial RAJ pelajar asal Kapanewon Gamping yang berusia 14 tahun dengan pemboncengnya berinisial MZA pelajar asal Kapanewon Mlati berusia 17 tahun. 

Untuk korban HFN yang merupakan pejalan kaki disebut mengalami sejumlah luka serius. Di antaranya patah tulang pada kaki kanan dan cedera kepala berat. Disebutkan korban kemudian meninggal dunia saat menjalani perawatan di RS Queen Latifa. Berdasarkan keterangan awal, Argo menerangkan, sepeda motor ini melaju dari arah utara menuju selatan. 

"Sesampainya di lokasi, terdapat pejalan kaki dan sejumlah orang di badan jalan," katanya. 

Karena jarak sudah dekat, sepeda motor diduga tidak dapat menghindar hingga terjadi benturan dengan pejalan kaki.

Akibat peristiwa tersebut, sepeda motor mengalami kerusakan dengan kerugian materi diperkirakan sekitar Rp2 juta. Petugas telah mendatangi lokasi kejadian, mengecek kondisi korban, mengamankan barang bukti serta, mengumpulkan keterangan saksi guna proses penanganan dan penyelidikan lebih lanjut. (del)

Editor : Bahana.
SMPN 3 Gamping kecelakaan pelajar Sleman Polresta Sleman tawuran pelajar