Siswa SMPN 3 Gamping Meninggal Dunia, Sekolah Imbau Tak Terprovokasi Isu Tawuran

Delima Purnamasari • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 12:23 WIB
Kepala Sekolah SMPN 3 Gamping Yuliyanto - Delima Purnamasari/Radar Jogja
Kepala Sekolah SMPN 3 Gamping Yuliyanto - Delima Purnamasari/Radar Jogja

SLEMAN - Sebuah unggahan di media sosial menyebut bahwa ada salah satu siswa di Kabupaten Sleman meninggal dunia karena tawuran. Peristiwa terjadi pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 03.00 di Jalan Siliwangi, tepatnya di sebelah timur SMPN 3 Gamping. 

Kepala Sekolah SMPN 3 Gamping Yuliyanto mengonfirmasi bahwa yang meninggal dunia adalah salah satu siswanya berinisial HFN dan masih duduk di kelas delapan. Dia mengaku belum tahu kronologi jelas peristiwa seperti apa dan masih menunggu informasi resmi dari kepolisian.

Disinggung soal isu mengenai siswa ini terlibat tawuran, dia tidak mau berkomentar banyak. Dia mengaku tidak mau serta-merta langsung menarik kesimpulan karena dikhawatirkan justru memprovokasi untuk balas dendam dan sejenisnya. Pesan ini dia sebut juga ditegaskan saat jadi pembina upacara esok tadi. 

"Kalau di media sosial itu memang tidak karu-karuan. Makanya saya bilang pokoknya berita resmi dari sekolah dan anak-anak jangan mau diajak apapun," katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (24/8).

Yuliyanto ingin fokus pada yang dihadapi bahwa ada salah satu siswanya meninggal dunia. Pihak sekolah telah menyampaikan rasa duka pada keluarga, bahkan para siswa juga turut melayat pada saat pemakaman yang dilaksanakan Minggu (23/8) sore.

Baca Juga: Rennes 2-2 PSG, Luis Enrique: Situasinya Lebih Sulit

Siang ini sekolah juga menyelenggarakan salat gaib untuk mendoakan almarhum dan bersolidaritas memberi sumbangan uang duka. Sementara kegiatan belajar-mengajar dia pastikan tetap berjalan biasa. 

"Berdasar info guru bimbingan konseling, keseharian almarhum itu baik dan santun," ujarnya. 

Berdasarkan sepengetahuannya, sampai saat ini belum ada siswanya yang dimintai keterangan oleh kepolisian. Hanya saja hari ini dijadwalkan dari pihak polsek akan datang ke SMPN 3 Gamping untuk berkoordinasi dengan dirinya. 

Dia menyebut sekolah sendiri sudah sangat aktif melakukan pembinaan pada para siswa, termasuk melakukan pemeriksaan telepon genggam apabila ada dugaan pelanggaran.

Yuliyanto memastikan bahwa di sekolah yang berlokasi di Kalurahan Nogotirto, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman ini tidak ada geng pelajar. Hanya ada kelompok-kelompok layaknya anak-anak remaja. Sekolah sendiri diakui tidak bisa mengatur terlalu jauh, apalagi kegiatan dilaksanakan di luar jam pembelajaran. 

"Sebenarnya beberapa tahun ini sudah tidak tidak ada masalah seperti itu. Kami juga kaget tiba-tiba ada ada kejadian meninggal seperti ini," tambahnya. (del)

Editor : Bahana.
pelajar sleman SMPN 3 Gamping Yogyakarta Sleman tawuran pelajar