Merapi Masih Siaga, 112 Guguran Terekam dan Lava Meluncur hingga 2 Kilometer

Iwa Ikhwanudin • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 03:48 WIB
Ilustrasi Awan panas guguran gunung Merapi.
Ilustrasi Awan panas guguran gunung Merapi.

 SLEMAN – Aktivitas Gunung Merapi masih menunjukkan dinamika. Berdasarkan pemantauan selama 24 jam pada Sabtu, 22 Agustus 2026, gunung api yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah itu masih berstatus Level III atau Siaga.

Data pengamatan menunjukkan sejumlah aktivitas kegempaan terjadi sepanjang hari. Kegempaan paling banyak berupa guguran, yakni sebanyak 112 kejadian dengan amplitudo 2-39 milimeter dan durasi 14,64 hingga 197,13 detik.

Selain itu, petugas juga mencatat 71 gempa hybrid atau fase banyak. Gempa tersebut memiliki amplitudo 2-32 milimeter dengan durasi 7,5 hingga 55,93 detik.

Aktivitas lainnya terdiri atas enam gempa vulkanik dangkal serta satu gempa tektonik jauh. Kondisi tersebut menjadi bagian dari indikator yang terus dipantau untuk melihat perkembangan aktivitas Gunung Merapi.

Baca Juga: Jack Clarke Bawa Ipswich Town Taklukkan Sunderland saat The Tractor Boys Kembali ke Kasta Tertinggi

Secara visual, Merapi terpantau jelas hingga tertutup kabut dengan tingkat kabut 0-II sampai 0-III. Asap kawah bertekanan lemah berwarna putih juga terlihat cukup tebal. Ketinggiannya berkisar 50 hingga 200 meter di atas puncak kawah.

Yang perlu menjadi perhatian, petugas mengamati dua kali guguran lava menuju arah Kali Sat/Putih. Jarak luncur maksimum guguran lava tersebut mencapai 2.000 meter.

Kondisi cuaca di sekitar Merapi pada periode pengamatan cenderung berawan dan mendung. Angin bertiup tenang ke arah barat. Suhu udara tercatat antara 15,2 hingga 27 derajat Celsius, dengan kelembapan mencapai 60-99,9 persen.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut suplai magma ke dalam tubuh Gunung Merapi masih berlangsung. Kondisi ini berpotensi memicu terjadinya awanpanas guguran di wilayah yang masuk zona bahaya.

Potensi bahaya guguran lava dan awanpanas berada terutama di sektor selatan-barat daya. Wilayah yang perlu diwaspadai meliputi alur Sungai Boyong hingga 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer.

Baca Juga: Everton Taklukkan Crystal Palace, Kiernan Dewsbury-Hall dan Thierno Barry Menjadi Dalangnya

Sementara di sektor tenggara, potensi bahaya mencakup Sungai Woro hingga 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer. Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius hingga 3 kilometer dari puncak.

Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas di kawasan yang masuk potensi bahaya. Warga juga perlu mewaspadai ancaman lahar dan awanpanas guguran, terutama ketika hujan turun di sekitar Merapi.

Gangguan akibat abu vulkanik juga perlu diantisipasi. BPPTKG akan terus memantau perkembangan aktivitas Merapi dan melakukan evaluasi apabila terjadi perubahan signifikan.

 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : BPPTKG Yogyakarta
Erupsi hari ini Gunung Merapi hari ini Gunung Merapi Merapi Hari Ini gempa hari ini