Cocok untuk Kalangan Mahasiswa, Empat Tempat Eksplorasi Aroma Anyar Resmi Beroperasi di Yogyakarta

Iwa Ikhwanudin • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 16:36 WIB
Pembukaan MP 26 di Pringwulung, Seturan, Sleman (20/8/2026). 
Pembukaan MP 26 di Pringwulung, Seturan, Sleman (20/8/2026). 

SLEMAN – Selama ini, memilih parfum berkualitas sering terasa seperti dunia tersendiri yang eksklusif. Harga mahal dan istilah wewangian yang rumit kerap menjadi penghalang bagi banyak orang yang hanya ingin menemukan aroma yang cocok. Sebuah brand lokal yang telah berkecimpung selama 19 tahun di industri ini mencoba mengubah narasi tersebut.

Memasuki tahun ke-19 perjalanannya, pengelola brand Maestro Parfum (MP) tersebut memilih Yogyakarta sebagai kota untuk meresmikan empat gerai baru secara bersamaan. Keempat lokasi itu adalah MP2 Seturan, MP26 Seturan, MP27 Gejayan, dan MP3 Jalan Magelang. Langkah ini menjadi bentuk komitmen untuk mendekatkan pengalaman memilih wewangian kepada masyarakat luas, terutama di wilayah yang dikenal sebagai kota pelajar dan budaya.

Konsep yang diusung di keempat gerai baru ini adalah Scent Exploration for Everyone. Sederhananya, pengunjung tidak sekadar datang, bayar, lalu pergi. Mereka diajak untuk duduk, mencoba, membandingkan, hingga benar-benar memahami karakter aroma yang mereka sukai. Suasana interior bergaya Eropa klasik dirancang untuk membuat proses eksplorasi terasa nyaman, tanpa tekanan harus segera membeli.

Selain itu, pengunjung tidak perlu khawatir bingung memilih. Di setiap gerai, terdapat Scent Advisor atau konsultan aroma yang siap membantu merekomendasikan pilihan berdasarkan preferensi pribadi. Layanan ini didukung oleh Fragrance Wheel dan ratusan tester yang tersedia bebas untuk dicoba.

Kehadiran empat gerai ini juga menjadi bagian dari rangkaian acara The Season of Scent. Dalam dua bulan ke depan, pengelola mengadakan program seperti Midnight Sale dan Spin to Win sebagai bentuk apresiasi atas dukungan pelanggan setia yang telah menemani perjalanan mereka selama hampir dua dekade.

Dengan total 27 cabang yang kini tersebar di Yogyakarta, Jakarta, Semarang, dan Magelang, perjalanan brand ini menunjukkan bahwa pengalaman menikmati wewangian berkualitas bukanlah hak istimewa segelintir orang. Semua orang berhak menemukan aroma yang membuatnya percaya diri.

Bersamaan dengan agenda peresmian di cabang Gejayan, pihak manajemen turut menyelenggarakan kegiatan sosial berupa penyaluran santunan kepada anak-anak di panti asuhan yatim piatu. Selain kegiatan sosial, momentum peresmian tersebut juga diisi dengan pengenalan dua lini aroma racikan baru, yakni Olympus Scent Series dan koleksi New Arrival, yang menyediakan pilihan aroma untuk pria, wanita, hingga unisex.

Scent Advisor Maestro Parfum, Hendri Ardiansyah, menjelaskan bahwa operasional gerai berfokus pada fleksibilitas konsumen dalam memilih produk. Melalui konsep Free Scent Exploration, pengunjung diberikan ruang untuk mencoba dan menguji aroma sebelum memutuskan pembelian.

"Kami membuka kesempatan bagi pengunjung untuk mengeksplorasi seluruh aroma secara leluasa. Kami juga menyediakan staf untuk membantu konsultasi aroma bagi pengunjung yang membutuhkan rekomendasi," ujar Hendri.

Selain layanan konsultasi di tempat, pihak manajemen juga menerapkan skema garansi aroma dan botol selama 7 hari setelah transaksi pembelian.

Maestro Parfum pertama kali didirikan pada tahun 2007 di Boja, Kendal, Jawa Tengah. Seiring perkembangan jaringan usahanya, kantor pusat operasional resmi dialihkan ke kawasan Jalan Perumnas Seturan, Yogyakarta, sejak tahun 2011. Kehadiran empat gerai baru ini semakin melengkapi titik distribusi produk wewangian mereka di kawasan DIY dan sekitarnya.

 

 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
Maestro Parfum Berita Bisnis Jogja Toko Parfum Magelang UKM Parfum Industri Parfum Lokal