SLEMAN - Upaya pencarian Gito Sahono Giman yang dilaporkan hilang di kawasan Hutan Pathuk Tritis, Ngandong, Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman akhirnya membuahkan hasil pada Rabu (19/8). Lansia 68 tahun ini dilaporkan hilang sejak Jumat (14/8) lalu.
Korban yang berprofesi sebagai petani tersebut ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada pukul 15.30 dengan keadaan meninggal dunia.
Koordinator Unit Siaga SAR Sleman, Dhedi Prasetya mengatakan, pencarian pada hari kelima kemarin dilakukan dengan memperluas area penyisiran dan membagi personel menjadi enam search and rescue unit (SRU). Masing-masing SRU melakukan penyisiran di area yang sudah ditentukan. Mulai dari titik duga, sekitar ladang dan rumah korban, hingga beberapa lokasi pencarian di kawasan hutan.
"Pencarian juga kami perkuat dengan penggunaan drone," katanya dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis (20/8).
Baca Juga: Persiapan PSS Sleman Sudah 75 Persen, Tak Hanya Taktik Juga Siapkan Mental
Dia sebut dua tim drone dikerahkan untuk membantu pemantauan dari udara, khususnya pada titik duga dan area pencarian yang telah ditentukan. Salah satu titik yang menjadi perhatian Tim SAR Gabungan adalah lokasi dengan indikasi adanya banyak lalat yang berterbangan di sekitar area lokasi kejadian perkara.
“Tim kemudian melakukan pengecekan dan penyisiran secara terukur di area tersebut,” jelasnya.
Setelah melakukan penyisiran di sejumlah sektor, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan korban pada koordinat -7°34'34.2", 110°24'43.2". Sekitar 240 meter dari lokasi kejadian perkara ke arah timur laut. Dhedi mengatakan setelah korban ditemukan, Tim SAR Gabungan langsung melakukan proses evakuasi. Selanjutnya, korban dibawa ke RS Bhayangkara Polda DIJ untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Korban langsung kami evakuasi dan diserahkan ke Tim Inafis Polsek Turi,” kata Dhedi.
Operasi SAR hari kelima yang berlangsung di kawasan Hutan Pathuk Tritis tersebut dilangsungkan dalam kondisi cuaca cerah. Dhedi turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang telah bekerja bersama dalam proses pencarian dan evakuasi korban.
"Sinergi dan kerja sama seluruh unsur menjadi bagian penting hingga korban akhirnya berhasil ditemukan,” pungkasnya.
Hilangnya Mbah Gito sendiri berawal saat berangkat mencari rumput pada Jumat (14/8) sekitar pukul 06.00 bersama dua rekannya. Sesampainya di kawasan Hutan Pathuk, korban dan kedua rekannya berpencar untuk mencari rumput.
Baca Juga: Telepon Langsung, Wagub Jawa Tengah Taj Yasin Beri Sepeda untuk Korban Perundungan di Kebumen
Kedua rekan korban kemudian kembali ke kampung sekitar pukul 09.00. Namun, hingga pukul 10.00, korban belum juga tiba di rumah. Keluarga kemudian melaporkan kondisi tersebut kepada warga Tritis hingga akhirnya dilakukan pencarian. (del)
Editor : Bahana.