SLEMAN - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) menjadi momentum spesial bagi Mbah Kroniah. Lansia 70 tahun asal Kalurahan Selomartani, Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman ini mendapat hadiah renovasi rumah.
Sebelum direnovasi, rumahnya berupa bangunan nonpermanen berukuran 6x7 meter. Dindingnya berupa anyaman bambu, lantai plester sederhana, serta genting yang telah lapuk. Rumah tersebut juga belum memiliki kamar tidur maupun fasilitas kamar mandi yang memadai.
Melalui program pembangunan rumah layak huni, kediaman Mbah Kroniah mengalami peningkatan kualitas bangunan dan fasilitas. Bangunan permanen ini kini berlantai keramik dengan dua kamar tidur, kamar mandi, ruang keluarga, serta dapur bersih. Pengerjaan rumah dilakukan dengan dana sekitar Rp 60 juta. Selama tiga bulan, pembangunan didukung oleh masyarakat sekitar yang bahu-membahu membantu tenaga renovasi rumah Mbah Kroniah ini.
Baca Juga: Aksi Berita Lelayu Suarakan Keresahan Atas Kondisi Negara, Merah Putih Diturunkan, Bentuk Kekecewaa
"Dulu rumahnya masih sederhana, sekarang jadi nyaman dan aman ditempati," kata Mbah Kroniah ditemui di kediamannya saat peresmian bangunan, Senin (17/8).
Dia mengaku senang karena kini sudah punya kamar dan kamar mandi. Bantuan disebut sangat berarti baginya dan keluarga.
Peresmian ini dilakukan oleh Direktur Utama InJourney Destination Management (IDM) Febrina Intan beserta jajaran direksi lainnya. Rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini disebut meneguhkan semangat dan nilai Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur. “Keberadaan kami di sini tidak hanya sekedar mengelola sebuah destinasi, tapi yang terpenting adalah memberi manfaat bagi masyarakat," jelasnya.
Febrina menilai, keberadaan destinasi pariwisata tidak dapat dipisahkan dari masyarakat yang hidup dan tumbuh di sekitarnya. Karena itu, pengelolaan destinasi oleh IDM tidak hanya diarahkan pada pengembangan pengalaman wisata. Namun, pada upaya menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.
“Di Hari Kemerdekaan ini, Ibu Kroniah juga diberikan kemerdekaan untuk hidup yang lebih baik lagi, yang lebih layak lagi,” lanjutnya.
Program rumah layak huni ini adalah realisasi dari tanggung jawab sosial dan lingkungan dari IDM. Utamanya dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di sekitar kawasan destinasi. Sejak 2016, program pembangunan ini telah menjangkau 56 unit rumah milik warga kurang mampu disekitar kawasan wisata Candi Prambanan maupun Candi Borobudur.
Perwakilan Panewu Kalasan Sidi Nugroho yang turut hadir mengapresiasi pembangunan rumah layak huni serta dukungan warga masyarakat sekitar. Hal ini turut meningkatkan kesejahteraan warga serta mendorong solidaritas sosial di antara warga.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua warga masyarakat yang sudah bahu membahu demi terwujudnya rumah layak huni ini," katanya.
Dia berharap agar program-program ini terus bisa menyasar masyarakat kami yang membutuhkan. Agar nantinya manfaat yang dirasakan masyarakat bisa semakin luas. (del)
Editor : Sevtia Eka Novarita