Dampak Musim Kemarau, Debit Air PDAM Sleman Sudah Turun hingga 15 Persen

Delima Purnamasari • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 21:00 WIB
Direktur PDAM Tirta Sembada Bernadus Edy Nugroho. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
Direktur PDAM Tirta Sembada Bernadus Edy Nugroho. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)

SLEMAN - Debit air di sejumlah sumber air Kabupaten Sleman mulai menyusut hingga 15 persen akibat musim kemarau. Kondisi ini menjadi alarm bagi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sembada untuk mengoptimalkan sumber air alternatif agar pasokan air bersih ke masyarakat tetap terjaga di tengah ancaman kekeringan yang meluas.

Direktur PDAM Tirta Sembada Bernadus Edy Nugroho menjelaskan, pada musim kemarau ini sudah terjadi penurunan debit air sekitar 10-15 persen atau setara 40 liter per detik. Hanya saja, penurunan ini masih dia nilai dalam batas wajar dan terus ditangani dengan penyaluran dari sumber-sumber air yang masih tersedia. 

"Misal di Sleman barat yang mengalami penurunan sumber air, kami aktifkan sumur-sumur yang masih bisa," katanya Senin (17/8). 

 Baca Juga: Kejar Pendapatan Asli Daerah, Sleman Kaji Peningkatan Biaya Sewa Rusunawa

Sumber alternatif yang dimaksud adalah sumur air dalam. Dia memastikan sumur tersebut sudah mengantongi izin dari Kementerian ESDM untuk bisa dioptimalkan. Dengan demikian, dia memastikan meski debit menurun suplai air di masyarakat tetap bisa terjaga. 

Menurut Edy, musim kemarau kali ini memang jadi tantangan tersendiri. Apalagi jika melihat sungai-sungai di Kabupaten Sleman yang dulunya mengalir, kini mulai kering. Kondisi kekeringan ini tidak serta-merta hanya terjadi di hilir, tetapi juga di hulu.

Baca Juga: Seribu Peserta Sukses Gelar Upacara Bendera HUT RI di Pesisir Pantai Baron Gunungkidul

Untuk itu, dia meminta agar masyarakat bisa menggunakan air secukupnya dan tidak berlebihan. Agar nantinya prinsip kualitas, kuantitas, dan kontinuitas bisa terus terjaga. "Kami senang dibayar tinggi untuk air banyak, tapi nanti yang lain enggak kebagian. Mudah-mudahan bisa merata," ujarnya. 

Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menjelaskan, dampak kekeringan ini memang jadi perhatian. Dia memastikan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan dampak musim kemarau ini di 17 kapanewon bersama organisasi lintas sektor lain. "Persiapan lain, termasuk kaitannya pendanaan tentu kami siap," tegasnya. 

Dalam jangka panjang, dia sebut antisipasi kekeringan perlu banyak dilakukan dengan menjaga kelestarian lingkungan. Apalagi Bumi Sembada adalah daerah resapan sehingga pola tata ruang perlu sangat dijaga. Termasuk dengan memperbanyak upaya penghijauan. (del/eno) 

 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sembada Direktur PDAM Tirta Sembada Bernadus Edy Nugroho sumber air Kekeringan kemarau