Merapi Kembali Luncurkan Lava Pijar 1,8 Km, Warga Diminta Waspada Lahar

Iwa Ikhwanudin • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 04:18 WIB
Ilustrasi Awan panas guguran gunung Merapi.
Ilustrasi Awan panas guguran gunung Merapi.

 SLEMAN – Aktivitas Gunung Merapi masih menunjukkan tanda-tanda belum reda. Dalam periode pengamatan Jumat (14/8/2026) pukul 18.00 hingga 24.00 WIB, gunung yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah ini kembali meluncurkan guguran lava pijar sebanyak tiga kali. Material panas itu mengarah ke Kali Krasak dan Kali Sat/Putih, dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.800 meter.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan, cuaca di sekitar puncak saat pengamatan berlangsung cerah berawan. Angin bertiup tenang ke arah barat, dengan suhu udara berkisar 16,1 hingga 18,5 derajat Celsius dan kelembapan mencapai 87,5-96,2 persen. Kondisi ini membuat visual gunung terpantau jelas, meski sesekali tertutup kabut tipis.

Dari sisi kegempaan, alat pemantau mencatat 19 kali gempa guguran, 27 kali gempa hybrid atau fase banyak, dan dua kali gempa vulkanik dangkal. Data ini, menurut petugas pemantau Yulianto, menjadi indikasi bahwa suplai magma dari dalam perut bumi masih terus berlangsung hingga saat ini.

Dengan kondisi tersebut, status Gunung Merapi tetap dipertahankan pada Level III atau Siaga. BPPTKG menegaskan potensi bahaya masih mengintai di sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer. Sementara di sektor tenggara, ancaman meliputi Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh 5 kilometer. Jika terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik diperkirakan bisa menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

Baca Juga: Diduga Keracunan MBG, Biaya Perawatan Siswa SMPN 3 Candimulyo Ditanggung SPPG

Masyarakat di sekitar lereng Merapi diimbau untuk tidak beraktivitas apa pun di kawasan rawan bahaya tersebut. Kewaspadaan ekstra juga diminta terutama saat hujan turun di sekitar puncak, mengingat potensi lahar dan awanpanas guguran (APG) bisa muncul sewaktu-waktu. Selain itu, warga juga diminta mengantisipasi gangguan abu vulkanik yang mungkin terbawa angin jika erupsi eksplosif terjadi.

BPPTKG memastikan akan terus memantau perkembangan aktivitas Merapi secara berkala. Status aktivitas dapat berubah sewaktu-waktu apabila terjadi peningkatan signifikan.

 

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : BPPTKG Yogyakarta
Erupsi hari ini Gunung Merapi hari ini Merapi Hari Ini BPPTKG Mitigasi