Gandeng KWT dan Akademisi Bikin Green House Melon Hidroponik

Yogi Isti Pujiaji • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:00 WIB
SIMBOLIS: Budi Sanyata menanam bibit melon di green house Padukuhan Sembego, Maguwoharjo, Depok, Sleman. (Dok Pribadi)
SIMBOLIS: Budi Sanyata menanam bibit melon di green house Padukuhan Sembego, Maguwoharjo, Depok, Sleman. (Dok Pribadi)

 

DEMI penyelamatan aset yang bersumber dari uang negara (APBD). Itu yang menjadi pendorong utama Budi Sanyata SPd getol mendampingi kegiatan pemberdayaan masyarakat. Dari awal sampai keberlanjutannya. Sehingga kegiatan tersebut tak berhenti hanya tahap pelatihan.

Di luar kegiatan kedewanan, Anggota DPRD Kabupaten Sleman itu kini sedang sibuk melakukan pendampingan budi daya melon hidroponik dengan metode green house. Di Padukuhan Sambego, Maguwoharjo, Depok.

Selain melon, juga budi daya ayam petelur. Kegiatan pemberdayaan masyarakat lewat badan usaha milik kalurahan (BUMKal) ini melibatkan kelompok wanita tani (KWT) serta petani yang memiliki akses ke lembaga-lembaga perbankan maupun perusahaan swasta melalui corporate social responsibility (CSR). "Kami bahkan juga menggandeng akademisi perguruan tinggi. Supaya kelompok ini mendapatkan ilmu sekaligus praktiknya," jelas politikus PDI Perjuangan itu.

Kegiatan itu kini sudah membuahkan hasil. Meski belum maksimal. Melon hidroponik sudah panen dua kali. Sedangkan ayam petelur sudah mulai bertelur. Meski belum semuanya. Baru sekitar 60 persen.

Hasil panen dijual ke pasar-pasar hingga supermarket. Terutama melon hidroponik. Sedangkan sebagian panen telur ayam untuk menyuplai satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Untuk program makan bergizi gratis (MBG). "Nah, lewat program pemberdayaan kelompok tani ini kami turut andil dalam menyukseskan program nasional MBG yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto," ungkapnya.

Budi mengatakan, sejauh ini kegiatan pemberdayaan masyarakat yang didampinginya sudah on the track. Namun bukan berarti tanpa kendala. Umumnya orang bertani dan beternak. Sangat tergantung pada kondisi alam, bibit, pakan, dan perawatan.

Kendati demikian, semua itu bisa teratasi dengan baik. Apalagi adanya pendampingan dari akademisi, yang memang ahli dalam bidangnya.

Budi bertekad mengembangkan kegiatan serupa di padukuhan lain. Terutama di wilayah Kapanewon Depok dan Berbah. Sesuai dengan daerah pemilihan (dapil) -nya dalam kontestasi pemilu legislatif. "Tapi tentunya kami sesuaikan juga dengan potensi masyarakat setempat. Jadi untuk pemberdayaan tidak harus sama persis kegiatannya," ungkap Budi.

Bagi tokoh asal Maguwoharjo itu, hal paling penting adalah mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat. Khususnya bagi warga miskin dan rentan miskin. Agar mereka ke depan tak selalu mengandalkan bantuan sosial pemerintah. "Makanya banyak KWT yang terlibat. Sehingga mereka bisa membantu menambah pendapatan keluarga," tuturnya. (yog)

 

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Budi Sanyata SPd uang negara DPRD Kabupaten Sleman green house Hidroponik