SLEMAN - Pengusaha hotel dan restoran di Kabupaten Sleman diminta untuk tidak lagi menggunakan sumur air dalam. Mereka diarahkan menggunakan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sembada Sleman demi mengantisipasi penurunan air permukaan. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya.
"Kami ketatkan pemakaian sumur dalam untuk hotel dan restoran. Agar lebih banyak memanfaatkan PDAM," katanya, Rabu (12/8).
Dia bercerita banyak para pengusaha yang belum memanfaatkan jaringan ini dan akan dilakukan pengetatan dalam pengawasannya. Hanya saja dia belum mengkaji terkait pemberian sanksi bagi mereka yang belum memenuhi arahan ini. Langkah utamanya adalah dengan komunikasi dan koordinasi bersama. "Yang masih pakai sumur dalam akan saya perbaiki dahulu. PDAM sudah saya minta untuk bergerak cepat," katanya.
Baca Juga: Kaji Usulan Perluasan Desil Sankem, Dinsosnakertrans Kota Jogja Hitung Ulang Kemampuan APBD
Hal senada disampaikan Direktur PDAM Tirta Sembada Bernadus Edy Nugroho. Hotel dan restoran kini memang tengah jadi prioritas utama agar bisa jadi pelanggan PDAM. Dia sebut ini penting demi mewaspadai adanya penurunan permukaan air tanah. Kondisi semacam ini sudah banyak terjadi di kota besar, seperti Jakarta dan Semarang.
"Memang kami berharap jika di lokasi tersebut sudah ada jaringan dan pasokan air, kami imbau untuk beralih ke PDAM," katanya.
Untuk memastikan pasokan, PDAM Tirta Sembada juga membeli air permukaan dari Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) Tirtatama DIY. Alokasi yang didapat mencapai 150 liter per detik dan harapannya bisa mendapat alokasi lebih besar ke depannya. Edy juga menjelaskan, terus mengembangkan jaringan baru setiap tahunnya.
"Jaringan hotel dan niaga kami buat sendiri, tidak jadi satu dengan rumah tangga," katanya.
Baca Juga: Lautan Manusia di RW 57 Jurugsari, Ketika Senam Sehat HUT RI Satukan Mahasiswa, Seniman, dan Lansia
Kebijakan itu dilakukan karena ada perbedaan volume kebutuhan yang jauh berbeda. Jika digabungkan dikhawatirkan air untuk rumah tangga akan drop. Secara keseluruhan sendiri sudah ada 46.000 sambungan yang dilayani oleh PDAM Tirta Sembada. Termasuk di dalamnya adalah sektor hotel dan niaga dengan jumlah sekitar seratus pelanggan. Ke depan, dia memastikan akan mendorong lainnya untuk bisa ikut beralih menggunakan air dari PDAM.
"Lainnya tentu kami datangi, kami berikan surat permohonan langganan untuk mendaftar," katanya. (del)
Editor : Sevtia Eka Novarita