Lautan Manusia di RW 57 Jurugsari, Ketika Senam Sehat HUT RI Satukan Mahasiswa, Seniman, dan Lansia

Iwa Ikhwanudin • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:55 WIB
Ratusan peserta antusias mengikuti kegiatan “Senam Sehat Bugar Bersama” dalam rangka  memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan RW 57 Jurugsari di Joho, Condongcatur,  Depok, Sleman, Minggu (9/8/2026)
Ratusan peserta antusias mengikuti kegiatan “Senam Sehat Bugar Bersama” dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan RW 57 Jurugsari di Joho, Condongcatur, Depok, Sleman, Minggu (9/8/2026). 

SLEMAN — Gelak tawa dan semangat membara memecah kesunyian pagi di Lapangan RW 57 Jurugsari, Padukuhan Joho, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman.

Ratusan warga bergerak searah, mengikuti irama musik yang menggema.

Di atas tanah lapang itu, perbedaan usia, latar belakang, hingga asal daerah seolah lebur menjadi satu gelombang energi positif saat gelaran "Senam Sehat Bugar Bersama" memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung meriah, Minggu (9/8/2026).

Siapa sangka, sebuah kampung yang tenang di sudut Sleman ini mampu memikat lebih dari 500 pasang kaki untuk hadir dan memadati area kegiatan.

Baca Juga: Gelombang Tinggi 5 Meter Terjang Perairan Kulon Progo, Nelayan Pantai Trisik Beralih Jadi Petani

Tak sekadar olah tubuh, momen ini menjelma menjadi ruang perjumpaan hangat, tempat warga saling bertukar sapa dan mempererat tali persaudaraan yang mungkin sempat terhalang kesibukan sehari-hari.

Koordinator Seksi Dokumentasi dan Humas Panitia, Margunanto Johan atau yang akrab disapa Oyenk, tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat diwawancarai, Rabu (12/8/2026).

Ia menceritakan bagaimana magnet acara ini menjangkau hingga luar wilayah.

Mulai dari rombongan mahasiswa KKN asal luar Jawa di Kampung Wisata Brayut, seniman lokal, hingga para pedagang pasar yang datang usai menyaksikan unggahan konten ramah bernuansa satir di media sosial.

Baca Juga: KEPUTUSAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DIY NOMOR 33/K/DPRD/2026

Tak hanya itu, dinamika kebersamaan semakin terasa manis lewat kehadiran 55 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM).

Mereka tidak hanya sibuk mengondisikan alur peserta dan teknis lapangan, tetapi juga sigap menyebarkan edukasi penting terkait pengelolaan sampah dan pola hidup sehat kepada warga.

Suasana semakin bergelora saat alunan lagu khas "Jurugsari Sumringah" diputar sebagai pembuka usai pemanasan.

Dipandu instruktur Ajeng dan Shinta yang tampil enerjik, seluruh lapangan seolah bergetar oleh langkah serentak peserta.

Baca Juga: Makam Mertua Djaduk Ferianto Dirusak Juru Kunci Makam Kuncen Lama, Kasus Berakhir Damai

Kemeriahan pun makin lengkap dengan deretan stan UMKM kuliner warga, bazar sembako murah, hingga layanan pemeriksaan kesehatan dan konsultasi psikologi gratis yang diinisiasi oleh para dokter dan psikolog warga setempat.

Tradisi panjang yang terjaga sejak 1974 ini juga dimeriahkan dengan penyerahan piala kompetisi outbound antar-RT se-Padukuhan Joho serta pengundian doorprize utama berupa sepeda gunung.

Bagi Pimpinan Pondok Pesantren Roudlotul Jannah Bantul, Drs. H. Sidiq Pramana Widagda, MM (70), kehangatan inilah yang paling berharga.

Melihat anak-anak, pemuda, hingga para sepuh lintas agama duduk sejajar dan saling menguatkan adalah pemandangan yang sangat merasuk ke dalam jiwa.

Baca Juga: John McGinn Tegaskan Aston Villa Belum Puas, Kalahkan PSG di UEFA Super Cup Sebagai Pembuka

Sinergi apik antara warga, akademisi, dan dukungan berbagai pihak seperti Pegadaian Cabang Kentungan, UD. Material “Om Edi”, GMA Group, UGM, serta BSI Bank Syariah Indonesia berhasil membuktikan satu hal: kebersamaan yang dirawat dengan ketulusan akan senantiasa melahirkan kehangatan yang menguatkan bangsa.

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
Berita Sleman Hari Ini RW 57 Jurugsari Guyub Rukun Warga Senam Sehat HUT RI Condongcatur Sleman