Buntut Robohnya Tembok SDN Minomartani 2, Pemkab Evaluasi Infrastruktur dan Prioritaskan Pembangunan

Delima Purnamasari • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 21:00 WIB
Bupati Sleman Harda Kiswaya. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
Bupati Sleman Harda Kiswaya. (Delima Purnamasari/Radar Jogja)

SLEMAN - Pemkab Sleman tak ingin insiden robohnya tembok SDN Minomartani 2 berhenti sebagai catatan. Pemerintah daerah akan mengevaluasi kondisi infrastruktur sekolah dan meminta dinas pendidikan tak sekadar mendata bangunan yang rusak. Tetapi segera memprioritaskan perbaikan, terutama pada fasilitas yang masuk kategori rusak parah.

Langkah tersebut disampaikan Bupati Sleman Harda Kiswaya setelah tembok belakang SDN Minomartani 2 roboh dan menimpa peserta senam peringatan HUT ke-81 RI, Minggu (9/8). Sepuluh orang mengalami luka-luka dalam kejadian tersebut. Empat di antaranya kini sudah diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan di rumah sakit.

Sepuluh korban tersebut terdiri dari ASAF, S, KM, ADS, AN, FN, SL, L, LSAF, dan BRIS. Mereka merupakan peserta senam yang mengikuti kegiatan peringatan hari kemerdekaan di sekitar lokasi.

 Baca Juga: Pabrik Kerajinan CV Pandanus Internusa Terbakar Pekan Lalu, 45 Pegawai Dipastikan Tak Di-PHK

Harda mengatakan, dirinya langsung meninjau lokasi setelah menerima informasi kejadian. Dari hasil peninjauan, dia menilai kualitas tembok belakang sekolah memang kurang memadai. Tembok tersebut diketahui telah dibangun sejak sekitar 1980.

Kondisinya semakin diperburuk karena tembok hanya menggunakan batako tanpa lapisan acian dan memiliki tulangan bangunan yang kecil. "Temboknya tidak diaci sehingga polosan saja. Air masuk jadi rembes," katanya ditemui di Gedung DPRD Sleman Senin (10/8).

Harda melihat batako yang roboh dalam kondisi lembap. Setelah mengetahui kondisi tersebut, dia langsung mempertanyakan perhatian dinas pendidikan terhadap sarana dan prasarana sekolah. Dari pihak dinas kemudian disampaikan bahwa tembok tersebut menjadi salah satu bagian yang segera direnovasi.

"Saat kejadian banyak orang duduk di situ berjejer karena peringatan 17-an. Mungkin kesenggol, akhirnya roboh urut dari ujung sampai ujung," tambahnya.

Baca Juga: Hasil Investigasi Irda Kulon Progo, Eks Lurah Garongan Terindikasi Penyalahgunaan Wewenang

Beruntung, tembok yang roboh tersebut hanya memiliki ketinggian sekitar satu meter. Luka yang dialami para korban mayoritas berupa lecet. Sementara luka terparah berupa benjolan di kepala sehingga korban harus menjalani pemeriksaan CT scan.

Harda berharap, kondisi para korban segera stabil dan membaik. “Untuk pengobatan semuanya ditanggung pemerintah, pakai dana jaring pengaman sosial bisa," ujarnya.

Menurut Harda, kejadian ini harus menjadi evaluasi menyeluruh terhadap kondisi infrastruktur sekolah di Sleman. Dinas pendidikan diminta tidak berhenti pada pendataan kerusakan, tetapi memastikan sekolah yang membutuhkan penanganan segera masuk dalam prioritas pembangunan. "Yang (rusak, Red) parah itu didahulukan (perbaikan, Red)," katanya.

Harda menilai, keterbatasan anggaran bukan alasan untuk menunda perbaikan. Menurutnya, pembangunan dan rehabilitasi harus disusun berdasarkan tingkat kerusakan sehingga fasilitas yang paling membutuhkan penanganan dapat didahulukan.

Pemkab Sleman juga membuka peluang meningkatkan anggaran pendidikan ke depan agar semakin banyak sekolah yang dapat diperbaiki. Evaluasi terhadap infrastruktur sekolah diharapkan dapat mencegah kejadian serupa dan memastikan fasilitas pendidikan tetap aman digunakan.

Baca Juga: Laksamana Malahayati dan Pasukan Janda Armada Inong Balee yang Menggetarkan Eropa

Untuk SDN Minomartani 2 sendiri, Harda menilai bangunan utama sekolah masih dalam kondisi baik. Hanya bagian tembok yang roboh tersebut yang dinilai kurang mendapat perhatian.

Sementara itu, PS Kasihumas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro menjelaskan, tembok yang roboh memiliki tinggi sekitar 1,5 meter dan panjang 20 meter. Saat kejadian, tidak ditemukan adanya orang yang sedang beraktivitas atau bersentuhan dengan tembok tersebut. "Tembok tidak memiliki pondasi maupun besi cor penyangga yang memadai," katanya. (del/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
SDN Minomartani 2 Pemkab Sleman infrastruktur Bupati Sleman Harda Kiswaya pembangunan