Pemkab Sleman Tanggung Seluruh Biaya Pengobatan Korban, Janji Langsung Perbaiki Tembok Sekolah yang

Delima Purnamasari • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 19:53 WIB
APES: Tembok SDN Minomartani 2 yang roboh menimpa para peserta senam saat acara memperingati HUT Kemerdekaan ke-81 RI di Perum Minomartani, Sleman, Kemarin (9/8). 
Delima Purnamasari/Radar Jogja
APES: Tembok SDN Minomartani 2 yang roboh menimpa para peserta senam saat acara memperingati HUT Kemerdekaan ke-81 RI di Perum Minomartani, Sleman, Kemarin (9/8). Delima Purnamasari/Radar Jogja

 

SLEMAN - Sepuluh orang mengalami luka-luka usai tertimpa tembok SDN Minomartani 2 yang roboh, Minggu (9/8). Korban terdiri atas ASAF, S, KM, ADS, AN, FN, SL, L, LSAF, dan BRIS. Mereka adalah peserta senam dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 RI yang diselenggarakan di sekitar lokasi. 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Mustadi mengaku  telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi bersama Bupati Harda Kiswaya. Berdasarkan informasi yang diperoleh, saat kejadian para korban memang tengah duduk-duduk di sekitar tembok karena lokasinya yang rindang. Lalu, tiba-tiba tembok itu  roboh. "Musibah ini tidak disengaja, karena warga sedang ada acara 17-an," katanya melalui sambungan telepon, Minggu (9/8). 

Sampai saat ini masih belum diketahui pasti penyebab robohnya tembok SDN Minomartani 2. Hanya saja dia akui kondisi tembok belakang sekolah sudah jadi perhatian, karena strukturnya yang dinilai kurang kuat. 

Baca Juga: Damkarmat Jogja Catat 600 Aduan Non-Kebakaran Masuk, Kini Selektif Tangani di Luar Tupoksi

Persoalan itu sebelumnya sudah didiskusikan antara sekolah dengan RT setempat. "Memang pendidikan tidak boleh lepas dari kualitas sarana prasarana," ujarnya. 

Dia memastikan, peristiwa ini tidak berdampak pada kegiatan belajar-mengajar para siswa esok hari. Lantaran lokasi pagar cukup berjarak dengan ruang kelas. Mustadi juga memastikan pihaknya segera melakukan diskusi terkait tindak lanjut perbaikan pagar ini.

Lantaran hal ini bukan merupakan bencana alam, sehingga tidak bisa ditanggung oleh dana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).  "Anggaran perubahan sudah mau tutup, tapi semoga tetap bisa mengajar untuk perbaikannya," ujarnya. 

Sementara untuk korban, dia sebut telah dilakukan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah untuk menanggung seluruh biaya pengobatan. Mustadi menjelaskan, kondisi korban beragam, ada yang mengalami syok maupun terluka. "Tentu pemerintah hadir untuk memfasilitasi dan menyampaikan rasa prihatin terkait kejadian ini," katanya. 

Baca Juga: Bupati Bantul Abdul Halim Peringatkan 933 Dukuh, Pamong Diminta Patuh Aturan

Mustadi mengatakan atas peristiwa ini akan jadi perhatian khusus dari Pemkab Sleman. Dia berharap penanganan musibah  bisa tetap kondusif dan tidak ada masalah. Korban juga bisa segera pulih. "Biaya pengobatan sampai sembuh ditanggung pemkab," katanya. 

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman Bambang Kuntoro menjelaskan, enam korban sempat mendapatkan perawatan di RS Condongcatur, dua korban di RS Hermina, dan dua korban lainnya di RS UAD. 

Lalu, empat orang yang dirawat di RS Condongcatur dirujuk ke RS Hermina untuk menjalani CT scan kepala. Ada satu orang lain yang dirawat di RS Condongcatur juga dirujuk ke RS UAD.  "Tembok tiba-tiba saja menimpa warga yang sedang istirahat," katanya. 

Baca Juga: Dikebut! Pembangunan Gedung Baru Dinkes Gunungkidul Capai 3,6 Persen, Progres Lampaui Target Awal

Acara peringatan kemerdekaan ini diikuti warga RW 02 dengan agenda jalan sehat dan senam dengan peserta sekitar 500 orang. Kegiatan ini merupakan acara kampung dan tidak ada kaitannya dengan sekolah, karena sekolah sendiri sedang libur. Hanya saja lokasinya memang bersisian. 

"Ada enam ambulans yang terlibat. Dua standby di rumah sakit kalau sekiranya mau pulang dan sebagainya. Ada juga yang pakai mobil pribadi," katanya. (del/laz) 

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
SDN Minomartani 2 RS Condongcatur hut ri Pemkab Sleman