SLEMAN - Kekeringan mulai dirasakan warga Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi. Sebanyak 613 jiwa dari 175 keluarga terdampak kekurangan air. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga kini bergantung pada bantuan droping air bersih dari pemerintah.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman Bambang Kuntoro mengatakan, sejak 4-8 Agustus, pihaknya telah menyalurkan delapan ritase atau sekitar 43.000 liter air ke Girikerto.
"Terbaru pengiriman dilakukan kemarin (Sabtu, Red) dengan armada tangki dari Kementerian PU," katanya dikonfirmasi Minggu (9/8).
Baca Juga: Terperosok ke Tebing Saat Cari Rumput di Bukit Klangon, Warga Glagaharjo Meninggal Dunia
Pengiriman terbaru menyasar Padukuhan Kemirikebo sebanyak satu ritase atau 5.000 liter air. Selama ini, warga setempat mengandalkan sumber air dari Sungai Krasak yang dikelola melalui Pamsimas. Namun, debit air semakin kecil sehingga distribusinya harus dilakukan bergiliran antar-RT.
Selain Girikerto, droping air juga dilakukan di Kalurahan Sumberarum, Moyudan. Tepatnya di Padukuhan Jitar Ngemplak RT 2 dan RT 5. Sebanyak 120 keluarga atau 560 jiwa terdampak kekurangan air di wilayah tersebut.
Bantuan yang disalurkan ke Sumberarum sebanyak satu ritase atau 5.000 liter air. "Untuk bantuan ini armada juga dari tangki Kementerian PU," kata Bambang.
Baca Juga: Prediksi Skor PEC Zwolle vs Ajax Eredivisie Minggu 9 Agustus, Maarten Paes atau Ter Stegen?
Bupati Sleman Harda Kiswaya mengatakan, Girikerto menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena debit air melambat sehingga membutuhkan penyaluran bantuan. Pemerintah juga terus memantau dampak musim kemarau di 17 kapanewon bersama organisasi lintas sektor.
"Persiapan lain, termasuk kaitannya pendanaan tentu kami siap," katanya.
Menurut Harda, droping air merupakan langkah cepat untuk mengatasi kebutuhan warga. Namun, penanganan jangka panjang harus dilakukan dengan menjaga kelestarian lingkungan.
Sleman merupakan daerah resapan sehingga tata ruang perlu dijaga. Upaya penghijauan juga harus diperbanyak untuk menjaga ketersediaan sumber air.
"Pemanfaatan air permukaan juga untuk ketersediaan air minum. Hal ini sudah diinisiasi provinsi melalui badan usahanya," katanya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita