Tembok Sekolah di Ngaglik Ambruk Timpa Peserta Senam, Sepuluh Orang Terluka

Delima Purnamasari • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 15:22 WIB
Penanganan tembok roboh - Dokumentasi Polresta Sleman
Penanganan tembok roboh - Dokumentasi Polresta Sleman
SLEMAN - Acara peringatan menyambut hari kemerdekaan ke-81 RI oleh warga Mlandangan, Kalurahan Minomartani, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman berujung tragis.
Minggu (9/8) sekitar pukul 08.00 warga setempat yang mengikuti kegiatan senam bersama justru terluka imbas tembok yang roboh. 

PS. Kasihumas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro menjelaskan, tembok tersebut adalah milik SDN Minomartani 2 yang berbatasan dengan fasilitas umum warga RW 002 Perum Minomartani.

Peristiwa terjadi saat sejumlah warga sedang beristirahat dan duduk-duduk di sekitar lokasi setelah mengikuti kegiatan jalan sehat dan senam dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI. 

Baca Juga: Suhu Dingin Jadi Penyebab Kulon Progo Berkabut Setiap Pagi

"Tembok kemudian roboh dan menimpa warga yang berada di sekitar lokasi," katanya dikonfirmasi, Minggu (9/8). 

Ada sepuluh korban yang mengalami luka-luka. Diantaranya, ASAF, S, KM, ADS, AN, FN, SL, L, LSAF, dan BRIS.

Para korban kemudian dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis. Enam korban sempat mendapatkan perawatan di RS Condongcatur, dua korban di RS Hermina, dan dua korban lainnya di RS UAD. Sejumlah korban kemudian dirujuk untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, tembok yang roboh memiliki tinggi sekitar 1,5 meter dan panjang 20 meter. Terbuat dari batako semen serta diduga telah berdiri sejak sekitar tahun 1980.

Petugas menemukan tembok tersebut tidak memiliki pondasi maupun besi cor penyangga yang memadai. Saat kejadian, juga tidak ditemukan adanya orang yang sedang beraktivitas atau bersentuhan dengan tembok. 

"Hingga saat ini, penyebab pasti robohnya tembok masih dalam penyelidikan," katanya. 

Atas kejadian ini dia mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas atau berkumpul di sekitar bangunan, tembok, pagar, maupun fasilitas yang sudah berusia lama.

Terutama yang menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Pengelola fasilitas umum maupun pemilik bangunan juga diharapkan segera melakukan perbaikan terhadap bangunan yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat. (del)

Editor : Bahana.
warga tertimpa tembok minomartani ngaglik HUT 81 RI Sleman HUT