SLEMAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman fokus dalam upaya percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC). Hal ini dilakukan melalui pembentukan Koalisi Organisasi Profesi Indonesia untuk Penanggulangan Tuberkulosis (KOPI TBC).
Koalisi yang melibatkan 18 organisasi profesi itu diharapkan menjadi motor kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat penemuan kasus, pengobatan, hingga pendampingan pasien menuju target eliminasi TBC pada 2030.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menilai, keberadaan KOPI TBC sangatlah penting. Dia berharap keberadaannya mampu memperkuat pengendalian penyakit. Khususnya tuberkulosis yang hingga kini masih menjadi tantangan di Sleman.
Baca Juga: Tiga Hari Pengawasan WNA, Timpora Sleman Temukan Sejumlah Kasus yang Harus Ditindaklanjuti
"Saya berharap TBC benar-benar bisa dikendalikan, bahkan suatu saat nanti Sleman bisa bebas TBC," katanya di sela pelantikan KOPI TBC Sleman di Hotel Ramada by Wyndham Sleman, Kamis (6/8/2026).
Harda tak menampik persoalan TBC telah menjadi perhatian. Menurutnya, evaluasi terhadap berbagai program penanggulangan yang telah berjalan harus terus dilakukan. Ini agar strategi ke depan semakin efektif. Termasuk memperkuat aspek pencegahan agar pertumbuhan kasus bisa ditekan.
"Bagi masyarakat yang sudah terpapar juga harus mendapatkan aksi kesehatan yang nyata agar bisa sembuh," ujarnya.
Baca Juga: Jasa Marga Targetkan Tol di DIY Kelar 2027, Gubernur HB X Minta Percepat Trase Maguwoharjo-Jombor
Harda turut menilai penghapusan stigma terhadap penyintas TBC menjadi pekerjaan rumah yang tidak kalah penting. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang menjauhi penderita karena khawatir tertular.
"Jangan sampai penderita merasa terasing. Mereka tetap harus kita rangkul, diberi semangat karena penyakit ini bisa disembuhkan," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Sleman Cahya Purnama menjelaskan, pelantikan KOPI TBC merupakan bagian dari dukungan terhadap program nasional. Cahya optimistis KOPI TBC akan memperkuat percepatan penemuan kasus. Selain itu, memastikan pasien mendapatkan pengobatan secara tuntas.
"Program penanggulangan tuberkulosis merupakan program nasional yang harus kita dukung bersama," jelasnya.
Baca Juga: Dugaan Keracunan MBG di Kulon Progo, Siswa dan Guru SMPN 1 Nanggulan Juga Jadi Korban
Dia menyebut capaian penemuan terduga TBC di Sleman saat ini telah melampaui target, yakni diatas seratus persen. Penanganan pasien juga terus berjalan dengan harapan angka kasus dapat terus ditekan hingga mencapai eliminasi pada 2030.
Cara kerja KOPI TBC Sleman sendiri mengedepankan pendekatan pentahelix. Caranya dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, organisasi profesi, akademisi, media, serta berbagai sektor pendukung lainnya.
Saat ada pasien sesuai diagnosis, dinas kesehatan akan memberikan penanganan lewat kolaborasi lintas sektor. Ada dinas sosial yang memberi jaminan hidup pasien dan dinas pekerjaan umum mendukung melalui perbaikan tempat tinggal agar huniannya lebih sehat. (del/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita