Kemarau Panjang, Sejumlah Wilayah di Sleman dan Bantul Mengalami Krisis Air Bersih

Cintia Yuliani • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 21:17 WIB
DROPPING AIR BERSIH: Penyaluran bantuan air ke Turi. Sejumlah dusun yang terdampak, seperti Ngandong, Tritis, Cepit, Sidorejo, Nganggring, Kemirikebo, hingga Relokasi Pelem. (Dokumentasi BPBD Sleman)
DROPPING AIR BERSIH: Penyaluran bantuan air ke Turi. Sejumlah dusun yang terdampak, seperti Ngandong, Tritis, Cepit, Sidorejo, Nganggring, Kemirikebo, hingga Relokasi Pelem. (Dokumentasi BPBD Sleman)

 

SLEMAN - Kemarau panjang mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Sleman mengalami krisis air bersih. Salah satunya Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi. Warga akhirnya bergantung pada bantuan droping air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Lurah Girikerto Sudibyo menyebut, ada sejumlah padukuhan yang mengalami krisis air bersih. Di antaranya Ngandong, Tritis, Cepit, Sidorejo, Nganggring, Kemirikebo, dan Relokasi Pelem.

Selama ini, warga dari berbagai padukuhan itu mengandalkan pasokan air dari Sungai Krasak yang dikelola melalui instalasi penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (pamsimas).

”Kekurangan air sudah sejak 23 Juli,” jelas Sudibyo saat dikonfirmasi, kemarin (4/8).

Baca Juga: Gunungkidul Masuki Puncak Kemarau, Ini Langkah PDAM dan BPBD Mencegah Krisis Air

Kebutuhan air bersih di masing-masing padukuhan cukup banyak. Di Padukuhan Kemirikebo, misalnya, kebutuhan air bersih saban hari mencapai 15.000 liter. Itu untuk untuk mencukupi kebutuhan 175 kepala keluarga atau 700 jiwa.

Karena itu, sumber air alami yang tersisa dimanfaatkan secara bergiliran. 

 "Untuk pagi RT 2 dan 4, lalu sore untuk RT 1 dan RT 3," katanya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Bambang Kuntoro mengungkapkan, ada sejumlah kapanewon yang paling rawan kekeringan. Yakni Turi, Tempel, dan Minggir.

Baca Juga: Hadapi Musim Kemarau, Bupati Sleman Harda Kiswaya Pastikan Pasokan Air dan Anggaran Safe

Menurutnya, BPBD Sleman telah mendistribusikan air bersih di Kalurahan Girikerto.

”Mudah-mudahan dengan tidak dimatikannya Selokan Mataram dan Saluran Van der Wijck wilayah Sleman Barat tidak ada kekurangan," katanya.

Sejumlah wilayah di Kabupaten Bantul setali tiga uang. Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Kabupaten Bantul Antoni Hutagaol mengatakan, BPBD telah mendistribusikan 436.500 liter air bersih ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan sejak 29 Juni.

"Ada 669 kepala keluarga dengan total 3.287 jiwa yang tercatat sebagai penerima manfaat distribusi air bersih," katanya. (del/cin/zam)

 

 

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Kekeringan air minum Kemarau Panjang BPBD Sleman