Nilai Tukar Rupiah Melemah, Dispar Sleman Khawatir Kunjungan Wisatawan Bakal Turun

Delima Purnamasari • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 21:04 WIB
Para wisatawan antusias mengeksplorasi wisata menggunakan Jeep di kawasan Merapi, Sleman, DIY beberapa waktu lalu.
Para wisatawan antusias mengeksplorasi wisata menggunakan Jeep di kawasan Merapi, Sleman, DIY beberapa waktu lalu.

 SLEMAN - Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman ketar-ketir dengan potensi penurunan jumlah kunjungan wisatawan pada semester dua tahun ini. Kekhawatiran ini dipicu sejumlah faktor. Salah satunya pelemahan nilai tukar Rupiah.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Kus Endarto mengatakan, pelemahan nilai tukar Rupiah bisa berdampak luas. Biaya operasional hotel, restoran, transportasi, hingga atraksi wisata, misalnya, meningkat tajam. Akibatnya, margin usaha tertekan. Kondisi ini diperparah dengan tingkat daya beli masyarakat yang ikut turun.

”Sehingga, mereka memilih destinasi yang dekat dan wisata dengan paket hemat atau promo lainnya,” jelasnya saat dikonfirmasi, kemarin (4/8).

Baca Juga: E-Kunker Ubah Konsep Kunjungan Kerja, DPRD Kota Jogja Arahkan Tamu Kunjungi Kampung Wisata dan Sentra UMKM

Menurutnya, wisatawan juga akan cenderung mengerem pengeluarannya. Mereka akan benar-benar berhitung atas uang yang dikeluarkan.   

Faktor lain, kata Kus, yang memengaruhi penurunan tingkat kunjungan wisatawan adalah cuaca ekstrem. Bencana hidrometeorologi pada semester dua akan sangat berpengaruh pada wisata alam dan desa wisata.

Skenario terburuk dari kombinasi risiko tersebut, Kus menyebut, total kunjungan di Bumi Sembada berpotensi turun hingga ke kisaran 8,2 hingga 8,5 juta.

Berdasar data dispar, tingkat kunjungan pada semester pertama 2026 mencapai 4,56 juta orang. Angka tersebut terdiri 4,47 juta wisatawan nusantara dan 81,3 ribu wisatawan mancanegara. Capaian ini sebenarnya menunjukkan kenaikan 560 ribu atau 14 persen dibanding periode yang sama pada 2025.

Baca Juga: Regenerasi Kurang, 24 Desa Wisata di Kabupaten Bantul Dinyatakan Mati Suri

Karena itu, dispar terus menggeber sejumlah program. Misalnya, promosi destinasi, pengembangan produk wisata, serta berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan. Terlebih, Kabupaten Sleman memiliki sejumlah keunggulan dibanding kabupaten lain. Salah satunya destinasi berada di wilayah strategis. Dekat dengan Kota Jogja, bandara, hingga akses tol.

"Hal ini membuat Kabupaten Sleman bisa jadi favorit untuk liburan singkat," katanya. (del/zam)

Delima Purnamasari/Radar Jogja

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Kus Endarto

 

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Kus Endarto dinas pariwisata Hotel Wisatawan nilai tukar rupiah