Unik! Hiasan Agustusan di Kalasan Mirip Penjor Bali

Azri Ghaida Nur Ilya Nahdi • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 11:52 WIB
Penjor Bali dan hiasan agustusan di Kalasan. (Kolase Berbagai Sumber)
Penjor Bali dan hiasan agustusan di Kalasan. (Kolase Berbagai Sumber)

 

RADAR JOGJA - Suasana malam hari di kawasan Kalasan, Kabupaten Sleman terekam dalam video yang dibagikan lewat akun Instagram @merapi_uncover.

Sepanjang jalan itu berjajar hiasan bambu melengkung tinggi, lengkap dengan lampu warna-warni, yang bentuknya nyaris identik dengan penjor khas Bali.

Bagi siapa pun yang pernah ke Bali menjelang Galungan, bentuk bambu melengkung berhias itu akan langsung terasa familier.

Tapi di balik kemiripan bentuk itu, ada perbedaan makna yang sebenarnya cukup jauh.

Baca Juga: Rekomendasi Lomba 17-an Perorangan Anti Mainstream dan Hemat Budget 

Di Bali, ornamen serupa dikenal sebagai penjor, dan kehadirannya jauh dari sekadar dekorasi jalanan.

Penjor adalah sarana upacara wajib yang dipasang menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, perayaan yang berlangsung setiap enam bulan sekali dalam kalender Bali.

Penjor bahkan punya waktu pemasangan dan pencabutan yang ditentukan secara presisi menurut kalender Bali.

Umumnya dipasang saat Penampahan Galungan (sehari sebelum Galungan) dan baru dicabut sekitar 35-42 hari kemudian, lengkap dengan ritual pembakaran dan penguburan abu sisa perlengkapannya.

Baca Juga: Cara Cek Nama Penerima Bantuan Beras 30 Kg Lewat HP yang Cair Mulai 17 Agustus 2026 Mendatang

Dengan kata lain, penjor bukan properti dekoratif yang bisa dipasang-copot sesuka hati, melainkan penanda waktu sakral yang mengatur ritme spiritual masyarakat Hindu Bali.

Hiasan yang terpasang di Kalasan jelas tidak membawa muatan religius semacam itu.

Fungsinya murni estetis dan perayaan, dipasang menjelang 17 Agustus sebagai bagian dari semarak menyambut Hari Kemerdekaan.

Sama seperti umbul-umbul merah putih atau gapura bambu yang lebih umum dijumpai di tempat-tempat lainnya.

Baca Juga: Manchester United Siapkan Manuver Kilat, Siap Tebus Klausul Wonderkid Incaran Barcelona usai Restu Michael Carrick

Fenomena ini menunjukkan bahwa bentuk estetis dari satu daerah bisa saja diadopsi secara lintas wilayah karena keindahannya, tanpa ikut membawa muatan makna aslinya.

Bambu melengkung yang menjulang dan berhias lampu memang secara visual sangat memikat untuk dipajang sepanjang jalan, terlepas dari asal-usul religiusnya di Bali.

Terlepas dari asal-usul bentuknya, kehadiran hiasan ini setidaknya menunjukkan bagaimana elemen visual budaya dapat melintasi batas pulau dan makna aslinya.

Menjelma menjadi sesuatu yang baru di tangan masyarakat yang mengadopsinya. 




Editor : Meitika Candra Lantiva
Hiasan Agustusan kalasan