SLEMAN – Sentra Industri Anyaman Bambu Sumberagung, Kalurahan Sumberagung, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, terus menunjukkan daya saingnya di tengah tantangan industri kerajinan. Melalui inovasi produk, hasil karya para perajin tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga telah menembus pasar ekspor ke berbagai negara.
Di tengah tantangan keterbatasan bahan baku, regenerasi perajin, hingga persaingan dengan produk modern, para perajin bambu di Sumberagung mampu mempertahankan eksistensinya dengan terus berinovasi. Kerajinan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun kini berkembang menjadi beragam hasil anyaman bernilai ekonomi tinggi yang diminati pasar.
Sentra Industri Anyaman Bambu Sumberagung yang dikukuhkan pada tahun 2018 saat ini beranggotakan sekitar 75 perajin yang tersebar di sejumlah padukuhan, di antaranya Turgenen, Klepu, Pucanganom, Tegal Ngijon, Gatak, Pajangan, Papringan, Jowahan, Malangan, dan Kaliduren.
Selain tetap memproduksi besek sebagai produk unggulan, para perajin juga mengembangkan berbagai kerajinan bambu fungsional dan dekoratif yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. Beragam inovasi tersebut meliputi kotak hantaran, tempat kado, perlengkapan seserahan, tas anyaman, rantang atau tempat makan, hingga kap lampu berbahan bambu dengan desain yang lebih modern.
Ketua Sentra Industri Anyaman Bambu Sumberagung, Konsul Setiaji, mengatakan besek masih menjadi hasil kerajinan utama yang dihasilkan para perajin. Selain itu, anyaman truntum juga tetap memiliki pasar yang cukup baik. Namun, perkembangan kebutuhan konsumen mendorong para perajin untuk terus berinovasi agar mampu menghadirkan produk yang lebih beragam dan bernilai tambah.
"Besek tetap menjadi produk andalan. Namun kami terus mengembangkan berbagai produk baru agar pasar semakin luas dan nilai jualnya meningkat," ujarnya.
Baca Juga: Jateng Masih Magnet Investasi, Perusahaan Australia Tanamkan US$350 Juta di Batang
Menurut Konsul, permintaan besek hingga kini tidak pernah surut. Bahkan menjelang hari-hari besar keagamaan, pesanan selalu meningkat dan kerap melampaui kapasitas produksi. Salah satu pasar terbesar berasal dari Bali yang membutuhkan besek dalam jumlah besar untuk keperluan upacara adat dan keagamaan.
Tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Bali, hasil anyaman bambu Sumberagung juga dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia, seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera, hingga Sulawesi. Sejumlah perajin bahkan telah berhasil menembus pasar ekspor ke Belanda, Jepang, Tiongkok, Malaysia, Singapura, dan beberapa negara lainnya.
"Kualitas produk kami sudah mampu bersaing. Ini menjadi bukti bahwa anyaman bambu Sumberagung layak bersaing di pasar internasional," katanya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Dwi Wulandari, mengatakan Pemerintah Kabupaten Sleman terus berkomitmen memperkuat pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) anyaman bambu agar mampu tumbuh secara berkelanjutan dan semakin berdaya saing.
Pendampingan dilakukan melalui pelatihan, bimbingan teknis, penguatan manajemen usaha, regenerasi perajin, hingga perluasan akses pemasaran melalui pemanfaatan media promosi digital. Berbagai upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas jangkauan pasar, sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pelaku IKM.
"Permintaan besek dari Sentra Industri Anyaman Bambu Sumberagung hingga kini terus meningkat. Karena itu, kami terus memfasilitasi pengembangan kewirausahaan, perluasan akses pasar, penguatan daya saing, serta inovasi produk agar pelaku IKM mampu berkembang secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi yang semakin besar bagi perekonomian Kabupaten Sleman," tegas Dwi Wulandari.
Baca Juga: DIS Jarang Pulang ke Purworejo, Petugas KPK yang Memeras Bupati Pemalang Widiyantoro
Keberhasilan Sentra Industri Anyaman Bambu Sumberagung menjadi bukti bahwa kerajinan tradisional tetap memiliki prospek yang menjanjikan apabila diimbangi dengan inovasi, peningkatan kualitas, dan kemampuan membaca kebutuhan pasar.
Dukungan pemerintah yang berkelanjutan diharapkan semakin memperkuat posisi IKM anyaman bambu Sleman sebagai salah satu produk unggulan daerah yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. (naf)
Editor : Bahana.