Aktivitas Gunung Merapi 26 Juli 2026: 17 Kali Guguran Lava hingga 2 Kilometer, Status Masih Level III Siaga

Iwa Ikhwanudin • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 12:25 WIB
Ilustrasi Awan panas guguran gunung Merapi.
Ilustrasi Awan panas guguran gunung Merapi.
 

SLEMAN, DIY – Aktivitas Gunung Merapi masih menunjukkan tingkat kegempaan yang cukup tinggi. Berdasarkan laporan aktivitas harian Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) untuk periode pengamatan 26 Juli 2026 pukul 00.00–24.00 WIB, tercatat 17 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter ke arah barat daya. Meski demikian, status Gunung Merapi tetap berada pada Level III (Siaga).

Laporan BPPTKG menyebutkan guguran lava mengarah ke hulu Kali Sat/Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak. Kondisi ini menunjukkan suplai magma ke permukaan masih berlangsung sehingga potensi terjadinya guguran lava maupun awan panas guguran masih tetap ada, terutama di sektor selatan hingga barat daya lereng Merapi.

Secara visual, Gunung Merapi tampak jelas sepanjang periode pengamatan. Asap kawah teramati berwarna putih dengan tekanan lemah, namun memiliki intensitas tebal. Tinggi kolom asap berkisar antara 30 hingga 100 meter di atas puncak kawah.

Sementara itu, kondisi cuaca di kawasan Merapi bervariasi mulai dari cerah, berawan hingga hujan. Angin bertiup lemah ke arah barat dengan suhu udara berkisar 13,9–26,3 derajat Celsius, kelembapan udara 51–64,6 persen, dan tekanan udara antara 873,5–917,3 mmHg.

Baca Juga: Awas! Gaya Hidup Kekinian Picu Penyakit Pencernaan hingga Kanker pada Anak Muda, Ahli Ungkap Pemicunya

Dari sisi kegempaan, aktivitas Merapi masih didominasi gempa guguran. Selama 24 jam, BPPTKG mencatat 106 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–37 mm dan durasi 26,63–197,85 detik. Selain itu, terekam 63 gempa hybrid atau fase banyak, yang mengindikasikan masih adanya pergerakan fluida maupun magma di dalam tubuh gunung.

Aktivitas seismik lainnya meliputi empat gempa vulkanik dangkal dan dua gempa tektonik jauh. Kombinasi data visual, kegempaan, dan guguran lava menunjukkan aktivitas internal Gunung Merapi masih cukup intens sehingga masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan.

BPPTKG menegaskan bahwa potensi bahaya utama saat ini berupa guguran lava dan awan panas guguran pada sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, Sungai Bedog, Kali Krasak, dan Kali Bebeng hingga 7 kilometer. Sementara pada sektor tenggara, potensi bahaya mencakup Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer.

Selain ancaman guguran lava, potensi lontaran material vulkanik apabila terjadi erupsi eksplosif diperkirakan dapat menjangkau radius hingga 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Baca Juga: Genjot Produktivitas, LPP Agro Nusantara Gelar 100 Kelas Pelatihan untuk 3.035 Pekebun Swadaya

BPPTKG juga mengingatkan bahwa musim hujan maupun hujan lokal di sekitar Merapi dapat meningkatkan risiko banjir lahar di sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung. Oleh karena itu, masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar alur sungai tersebut diminta tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya lahar dan awan panas guguran.

Di samping itu, warga juga diminta mengantisipasi kemungkinan gangguan akibat abu vulkanik apabila sewaktu-waktu terjadi erupsi. Aktivitas masyarakat, termasuk pendakian dan kegiatan lainnya, tidak diperbolehkan memasuki kawasan yang telah ditetapkan sebagai daerah potensi bahaya.

BPPTKG menegaskan bahwa hingga laporan ini diterbitkan, status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga). Evaluasi terhadap status tersebut akan dilakukan secara berkala berdasarkan hasil pemantauan visual, deformasi, kegempaan, dan parameter vulkanik lainnya. Apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, BPPTKG akan segera melakukan peninjauan kembali terhadap tingkat aktivitas Gunung Merapi dan menyampaikan informasi resmi kepada masyarakat. (iwa)

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : BPPTKG Yogyakarta
merapi siaga aktivitas merapi Sleman Gunung Merapi BPPTKG