SLEMAN – Revitalisasi taman di Jalan KRT Pringgodiningrat Sleman dilanjutkan untuk mengakomodasi pedestrian yang digunakan sebagai jogging track masyarakat. Proyek segmen ketiga atau terakhir ini menelan anggaran Rp 2 miliar dengan target rampung secara menyeluruh pada akhir tahun.
Pantauan Radar Jogja, penebangan pohon glodokan sudah dilakukan termasuk pembongkaran pedestrian lama. Di lokasi juga telah dipasang pagar pembatas berikut dengan rambu-rambu pekerjaan.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman Sugeng Riyanta mengatakan, proyek ini adalah segmen ketiga atau segmen terakhir dari pembangunan jogging track. Proyek dikerjakan dari Gedung Pengadilan Negeri Sleman hingga Lapangan Denggung.
Proyek ini dilakukan selama 90 hari kalender dan rencananya akan diserahterimakan pada 20 September mendatang.
"Hampir sama dengan yang sebelumnya. Ada lampu dan tempat duduknya. Kemudian ada penataan tanamannya juga," katanya ditemui di ruang kerjanya, Kamis (16/7/2026).
Hanya, ada sedikit perbedaan karena ada spot untuk foto berupa beberapa gapura dengan tulisan Sleman. Sugeng menyebut, gapura ini diharapkan jadi ikon bagi Bumi Sembada agar masyarakat luar bisa semakin mengenal.
Dia memastikan pohon glodokan yang dipangkas juga akan diganti dengan tanaman lain. Pemangkasan ini disebut perlu untuk membuka ruang bagi para pelari agar lebih leluasa. Pohon pengganti dipastikan akan memenuhi fungsi perindang dan fungsi taman. Salah satu opsi yang memungkinkan adalah tabebuya.
"Tapi tidak semua pohon dipangkas. Ada juga yang kami minta untuk dipertahankan," ujarnya.
Menurutnya, proyek ini memang sangat krusial untuk memberi tempat aktivitas masyarakat di luar ruangan. Terlebih, masyarakat yang melakukan lari pagi di seputaran Lapangan Pemda setiap pagi dan sore semakin hari semakin bertambah.
Apalagi jika pada akhir pekan. Diharapkan dengan proyek ini kepadatan bisa terpecah. Masyarakat juga bisa melanjutkan aktivitasnya di Lapangan Denggung yang luas.
"Minatnya luar biasa banyak. Jadi kami buat agar rutenya semakin panjang dan ruangnya juga semakin lebar," tambahnya.
Sementara itu, seorang warga Sleman yang kerap berolahraga di kompleks Pemkab Sleman Dian Indri mengatakan, keberadaan fasilitas olahraga dengan ruang terbuka memang sangat penting. Utamanya sebagai sarana untuk menyegarkan pikiran.
"Apalagi buat mereka yang suntuk karena bekerja berada di dalam ruangan," tuturnya. (del/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita