SLEMAN - Di media sosial tersebar surat permohonan bantuan dana kegiatan HUT RI ke-81 pada guru di Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman. Sejumlah warganet menyebut menyayangkan kebijakan ini mengingat gaji guru yang tak seberapa, tetapi masih ada potongan semacam ini.
Dalam surat bernomor 02/PAN HUT/VI/2026 tersebut dijelaskan bahwa edaran ini adalah tindak lanjut dari hasil rapat panitia HUT RI ke-81 Kapanewon Cangkringan. Nantinya direncanakan akan berbagai program perayaan, seperti upacara bendera detik-detik proklamasi, gelar seni, bazar UMKM, dan resepsi kenegaraan dengan kebutuhan anggaran Rp 153 juta. Untuk itu seluruh pegawai dan perangkat masing-masing sekolah diminta iuran sejumlah Rp 20 ribu yang dapat disetorkan pada bendahara panitia paling lambat 7 Agustus 2026 mendatang. Surat yang ditujukan pada Kepala Sekolah SMPN 1 Cangkringan tersebut ditandatangani oleh Ketua Bambang Etri Martejo, Sekretaris Dwi Ariyanti, dan Panewu Cangkringan Tamziz Sarwana.
Panewu Cangkringan Tamziz Sarwana mengonfirmasi hal tersebut. Hanya saja dia menegaskan bahwa edaran permohonan iuran tersebut sudah dibatalkan pada Selasa (14/7) sore lalu. Hal ini sesuai dengan arahan dari pimpinan di tingkat kabupaten .
"Sudah kami cabut edaran yang lama. Sudah disampaikan ke seluruh sekolah untuk tindaklanjuti," katanya ditemui di kantornya, Rabu (15/7).
Tamziz menjelaskan, bahwa pengeluaran surat edaran tersebut tidak semata-mata oleh pemerintah kapanewon sendiri, tetapi telah dilakukan koordinasi intensif dengan panitia HUT yang terdiri dari berbagai elemen. Termasuk di dalamnya adalah sekolah yang diwakili oleh kepala sekolah masing-masing.
Dia juga menambahkan bahwa hingga saat ini belum ada guru atau sekolah yang menyetorkan uang iuran tersebut sehingga tidak ada proses pengembalian dana yang perlu dilakukan. Disinggung soal tindak lanjut rencana HUT RI ketika tidak adanya anggaran ini, dia menyebut baru akan dirapatkam kembali pada Kamis (16/7) besok sekitar pukul 13.00.
"Hanya saja arahan dari pimpinan perayaan HUT RI ini untuk dibuat dengan sesederhana mungkin," tandasnya. (del)
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Radar Jogja