Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

MPLS SMPN 2 Pakem, Sleman, Siswa Baru Diajak Kenali Bahaya Gunung Merapi Lewat Permainan Seru

Delima Purnamasari • Senin, 13 Juli 2026 | 15:39 WIB
Edukasi bahaya Gunung Merapi di SMPN 2 Pakem. (Foto: Delima Purnamasari/Radar Jogja)
Edukasi bahaya Gunung Merapi di SMPN 2 Pakem. (Foto: Delima Purnamasari/Radar Jogja)

 SLEMAN - Siswa baru SMPN 2 Pakem memulai rangkaian masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dengan cara berbeda. Pada hari pertama Senin (13/7) para siswa belajar mengenai mitigasi bencana Gunung Merapi bersama Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG). Sekolah yang berada di Kalurahan Hargobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman ini secara geografis memang berada di kawasan rawan bencana (KRB) Merapi. Edukasi kesiapsiagaan sejak dini semacam ini jadi sangat diperlukan.  

Ada berbagai materi yang dipelajari pada kesempatan ini. Mulai dari sistem monitoring dan peringatan dini erupsi Gunung Merapi, prosedur evakuasi darurat di lingkungan sekolah, hingga pengenalan titik kumpul aman dan jalur evakuasi sekolah. Para siswa juga jadi peserta dalam permainan mitigasi. 

Staf Penyebaran Informasi Kebencanaan Geologi BPPTKG Noer Cholik menuturkan, para siswa baru ini masuk dalam generasi alpha dan masih anak-anak. Untuk itu materi edukasi dibuat dengan ringan dan dihubungkan dengan  topik yang disukai, seperti gim daring. Harapannya materi yang dibawakan jadi terasa familiar dan dekat dengan mereka. 

"Memang kemudian kami lebih banyak games di lapangan. Kegiatan interaktif seperti itu untuk anak-anak lebih menyenangkan dan lebih kena," katanya ditemui di sela-sela kegiatan. 

Baca Juga: Siapa Mala Agatha? Biduan Blitar yang Kini Terseret Kasus Lirik Vulgar Lagu Gakpapa Bersama Icha Chellow

Setidaknya ada dua permainan yang dibawakan oleh BPPTKG. Pertama, permainan tas siaga yang melatih refleks para siswa dengan berlomba memasukkan barang-barang penting ketika bencana. Lalu ada permainan peragakata yang memancing pengetahuan siswa untuk tahu berbagai istilah dalam kebencanaan dengan memperagakannya. Di antaranya, jalur evaluasi, sirine, dan tas siaga. 

Menurut Cholik, kegiatan ini sangat penting bukan hanya karena sekolah yang berada di kawasan rawan bencana. Namun, para siswa sendiri juga tinggal di kawasan lingkar Gunung Merapi, seperti Cangkringan, Pakem, dan Kaliurang. BPPTKG ingin mereka tahu kondisi dan aktivitas Gunung Merapi yang saat ini masih berstatus siaga. 

"Harapannya ini jadi bekal ketika mereka bersekolah selama tiga tahun di SMP maupun saat pulang ke rumah," ujarnya. 

Sekolah yang sudah memiliki predikat satuan pendidikan aman bencana ini dia sebut berpotensi terdampak hujan abu. Sementara rumah siswa ada yang berpotensi terkena lahar karena lokasinya tidak jauh dari sungai yang berhulu di Merapi, seperti Kali Kuning dan Kali Boyong.  

Baca Juga: Keterlibatan Ayah Mengantar Sekolah Diharapkan Tingkatkan Semangat Belajar Anak di Gunungkidul

"Menurut kami jangan sampai mereka tinggal di mana tapi enggak tahu potensi bencana sekitar apa," pesan Cholik. 

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 2 Pakem Rina Nurhayati menjelaskan, pembekalan mitigasi ini memang diprioritaskan pada hari pertama dari lima hari penyelenggaraan MPLS. Dia sebut materinya sangat penting mempertimbangkan lokasi sekolah yang hanya berjarak 12 kilometer dari Gunung Merapi. Harapannya 128 siswa yang dilatih ini jadi tangguh dan terampil apabila ada bencana yang datang. Termasuk dapat membagikan ilmunya pada orang-orang di sekitarnya. 

"Apalagi BPPTKG menyajikan programnya dengan games sehingga anak terkesan dengan dengan metode ini," katanya. 

Dia menjelaskan, edukasi soal kebencanaan ini akan diintegrasikan dengan mata pelajaran para siswa. Sekolah sendiri juga telah menyiapkan tanda-tanda untuk titik kumpul hingga jalur evakuasi apabila bencana terjadi. 

Baca Juga: Lowongan Kerja PSS Sleman 2026 Dibuka, Marketing Staff, HR Officer, hingga Office Boy, Segera Lamar

Salah satu siswa kelas tujuh SMPN 2 Pakem, Jodi menilai kegiatan mitigasi bencana dari BPPTKG ini sangat seru terutama saat permainan tebak-tebakan. Dia mengaku edukasi semacam ini bukan yang pertama kali dia ikuti karena dulu pernah diberikan di sekolah dasarnya di wilayah Kaliurang. 

"Enggak takut kalau ada erupsi karena ada pendampingan. Yang penting hati-hati karena Merapi sedang bahaya," ujarnya. (del)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Bencana #BPPTKG Yogyakarta #letusan merapi #Mitigasi