Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Waktu Lebih Cepat dan Fasilitas Lebih Premium, Kemenhaj Sebut Peminat Haji Khusus di DIY Terus Meningkat

Delima Purnamasari • Minggu, 12 Juli 2026 | 21:15 WIB
Penyelenggaraan manasik haji khusus yang digelar di Kabupaten Sleman pada Minggu (12/7). (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
Penyelenggaraan manasik haji khusus yang digelar di Kabupaten Sleman pada Minggu (12/7). (Delima Purnamasari/Radar Jogja)

SLEMAN - Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) menawarkan berbagai keunggulan bagi jemaahnya. Masa tunggu hajinya relatif lebih cepat hanya sekitar tujuh hingga sembilan tahun serta ditunjang dengan berbagai fasilitas premium untuk kenyamanan jemaah.

Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah DIY Silvia Rosetti menjelaskan, dengan berbagai nilai tambah yang ditawarkan peminat PIHK dari waktu ke waktu memang terus meningkat. 

"Peminatnya memang meningkat dari tahun ke tahun karena pelayanannya yang baik," katanya saat membuka kegiatan penyelenggaraan manasik haji di salah satu hotel di Kabupaten Sleman Minggu (12/7). 

Baca Juga: Pemerintah Genjot Infrastruktur Air Terpadu, Akmil Disiapkan Jadi Percontohan Air Keran Siap Minum

Dia sebut di DIY ada 51 PIHK yang semuanya berizin dan menyelenggarakan pelayanan haji dengan mengikuti regulasi yang ada. Kuotanya disesuaikan alokasi resmi dari pemerintah agar ibadah bisa dilaksanakan dengan lancar. Dalam kesempatan ini dia turut mengingatkan agar calon jemaah agar mempersiapkan fisik, mental, spiritual, hingga finansial jelang keberangkatannya nanti pada 2027.

"Keempat aspek tersebut harus dipenuhi secara seimbang agar perjalanan ibadah haji dapat berjalan dengan sempurna," katanya. 

Baca Juga: Pemprov DIY Pilih Tak Bangun Kantong Parkir Baru tapi Optimalkan Fasilitas yang Ada untuk Dukung Pedestrianisasi Malioboro

Silvia mencontohkan kasus masih ditemukannya jemaah yang belum bisa melakukan pelunasan pembayaran hingga akhirnya tidak bisa berangkat. Lalu kuotanya dialihkan pada jemaah yang lain dan calon jemaah tersebut harus kembali mengantre. Harapannya, PIHK bisa terus bekerja sama dengan bank untuk bisa menyediakan program pelunasan yang sistematis.

Misalnya, dengan program menabung yang dilakukan secara pararel sejak mendaftar lewat program tabungan dolar atau yang menggunakan skema mitigasi perubahan kurs rupiah. Dengan demikian, estimasi pelunasan bisa dilakukan sejak tiga hingga empat tahun sebelum proses keberangkatan. 

"Jangan sampai jemaah baru kebingungan mencari cara pelunasan beberapa bulan sebelum berangkat," pesannya. 

Baca Juga: Oxford United Resmi Lepas Ole Romeny ke Fortuna Sittard, Doakan yang Terbaik untuk Penyerang Timnas Indonesia

Sementara itu, Direktur Utama Nur Ramadhan Mifdhol Abdurrahman sebagai salah satu penyelenggara PIHK menjelaskan, memang ada kenaikan calon jemaah dibanding tahun sebelumnya. Pada 2026 ada 340 orang sementara untuk 2027 mendatang ada 465 calon jemaah yang mendapatkan panggilan untuk pelunasan. Rencananya mereka akan berangkat pada April 2027 mendatang. 

 

"Kami akan menggelar manasik setiap satu bulan sekali. Total sekitar sepuluh sampai sebelas kali," ujarnya. 

 

Dia sebut ada berbagai fasilitas premium yang ditawarkan PIHK. Mulai dari akomodasi menginap atau hotel dekat dengan pelataran Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, transportasi dan maskapai berkelas, pelayanan kesehatan dari tim medis profesional, hingga maktab atau tenda VIP saat prosesi puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. (del) 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) #Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah DIY #haji #haji khusus #jemaah