SLEMAN - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendampingi kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi di Jogjakarta pada Rabu (8/7). Keduanya tiba di Bandara Internasional Yogyakarta lalu bertolak menggunakan helikopter menuju Pangkalan TNI AU Adisucipto. Perjalanan dilanjutkan melalui jalur darat dengan iring-iringan mobil menuju Candi Prambanan.
Pantauan Radar Jogja rombongan mulai keluar dari Pangkalan TNI AU Adisucipto sekitar pukul 11.27. Presiden nampak menggunakan mobil Maung dengan plat merah bertulis Indonesia. Prabowo nampak keluar dari atap mobil untuk melambaikan tangan pada para siswa yang telah berjejer membawa bendera Indonesia dan India. Sementara rombongan dari India menggunakan mobil terpisah dan mengikuti di belakangnya. Seluruh rombongan selesai lewat sekitar lima menit dan setelah itu para siswa langsung membubarkan diri.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Mustadi menjelaskan, untuk menyambut kunjungan kenegaraan ini telah disiapkan seribu siswa yang dibagi dalam dua kloter. Sebanyak 500 orang pada kloter pertama menyambut kedatangan dan 500 orang lainnya menyambut kepulangan. Siswa berasal dari jenjang SD maupun SMP yang berlokasi di Kapanewon Depok, Kapanewon Berbah, dan Kapanewon Kalasan. Mereka di tempatkan di area Pangkalan TNI AU Adisucipto dan Jalan Laksda Adisucipto.
"Pertimbangannya biar tidak terlalu lama. Alhamdulillah semua bisa terkondisi dengan baik," katanya ditemui di lokasi, Rabu (8/7).
Baca Juga: Sahid Group Wilayah Jawa Tengah & DIY Gelar CSR dan Wilujengan HUT 2026
Penyiapan para siswa ini dia sebut didasarkan pada instruksi dari hasil rapat bersama pemerintah provinsi.
Dalam hal ini kabupaten melakukan tindak lanjut dengan membuat surat edaran pada kepala sekolah untuk mengkondisikan para siswa.
Termasuk memberi arahan untuk menggunakan pakaian adat Jawa yang biasanya digunakan setiap Kamis Pon.
"Sifatnya tidak wajib. Ini untuk kenegaraan dan bisa berpartisipasi. Alhamdulillah responsnya baik," ujarnya.
Saat ini para siswa memang tengah dalam masa liburan.
Meski demikian, Mustadi menilai ini bukan halangan. Terbukti dengan tidak adanya keluhan yang diterima terkait permohonan penyambutan ini. Kalau memang ada siswa yang tidak bisa hadir juga tidak jadi persoalan.
"Meski libur nyatanya tidak masalah. Bisa terkondisi ya," ujarnya.
Dia sebut para siswa ini sekadar bertugas untuk melambaikan bendera dan menyambut rombongan. Pemerintah menyediakan fasilitas bendera tersebut sekaligus makanan ringan. Disinggung soal insentif uang, Mustadi mengaku pemerintah tidak memberikan dan menilai bahwa informasi tersebut tidak terkonfirmasi kebenarannya.
"Soal insentif saya malah tidak tahu, sepertinya tidak karena dalam pembahasan tidak ada," katanya. (del)
Editor : Iwa Ikhwanudin