SLEMAN - Progres pembangunan Tol Jogja-Solo Seksi 2.2 saat ini sudah mencapai 86 persen. Pekerjaan konstruksi terus dikebut dengan fokus utama saat ini adalah pemasangan girder atau balok beton di jalur keluar tol. Termasuk proses pengecoran beton di atas ring road.
Humas Proyek Tol Jogja-Solo-YIA Area DIY PT Adhi Karya (Persero) Tbk Agung Murhandjanto menjelaskan, pada tahap awal kontraktor telah memasang bondek yang berfungsi sebagai penahanan. Nantinya pengecoran hingga pengaspalan jalan layang ini akan dilakukan di atasnya.
Baca Juga: Belum Resmikan Satupun Pemain, Van Gastel Masih Tutup Rapat Daftar Buruan PSIM untuk Musim Depan
"Bondeknya itu penahan di bawah, terus di atas bondek itu ada besi-besi bajanya. Kemudian baru kita cor rigid di situ sampai pengaspalan nanti," bebernya dihubungi Selasa (7/7).
Kontraktor juga fokus dalam penyelesaian pembangunan Gerbang Tol Trihanggo dengan siluet Keraton Ratu Boko. Situs itu akan ditampilkan lewat ornamen berbentuk segitiga menyerupai bangunan candi di atas gerbang tol. Sementara pilar penyangga akan sama dengan gerbang tol pada umumnya.
Baca Juga: SPMB Cadangan Ditutup, Mayoritas Kursi Kosong SMA Negeri di Kota Jogja Akhirnya Terisi
Gerbang Tol Trihanggo ini juga akan dilengkapi dengan ornamen yang ditulis dengan aksara Jawa dan huruf latin. Nantinya, ornamen siluet situs Keraton Ratu Boko ini akan dirancang dua muka. Konsep ini memastikan pengendara yang melintas dari arah masuk maupun keluar dapat bisa melihatnya.
"Saat ini masih dalam proses perangkaian atap yang kemudian akan dipasang di atas gerbang," kata Agung.
Baca Juga: Melodi Senja di Puncak Sosok saat Lagu "About You" Mengubah Bukit Bantul Menjadi Sinematik
Untuk akses jalan masuk dan keluar tol juga sudah dibangun. Dengan progres ini, dia optimistis bisa selesai 100 persen pada Agustus. Hanya saja dia belum bisa memastikan apakah akan digunakan langsung untuk fungsional atau operasional karena kewenangan dari Jasa Marga.
"Kalau nanti mau dipakai Nataru secara fisik insya Allah sudah bisa," katanya.
Selama proses pembangunan ini dia memastikan keamanan adalah prioritas utama dari kontraktor. Salah satunya dengan pemasang safety net atau jaring pengaman. Lalu penambalan jalan berlubang akibat terdampak kendaraan proyek khususnya di ruas ring road yang padat untuk meminimalisasi angka kecelakaan.
"Tapi nanti ketika akhir proyek juga akan ada pelapisan ulang," katanya.
Nantinya, juga masih akan dilakukan rekayasa lalu lintas, seperti pengalihan jalur maupun contra-flow. Hal ini untuk mendukung keamanan dan kelancaran pengerjaan tol. "Kalau nantif menaikkan girder di simpang Kronggahan itu akan dilakukan pengalihan jalur karena yang paling krusial di tengah itu," katanya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita