SLEMAN - Seorang lansia berinisial GT, 65, tertangkap usai melancarkan aksinya mencuri sepeda. Pria asal Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul itu mencuri 14 unit sepeda dari berbagai lokasi di Yogyakarta hanya dalam waktu bulan.
Di antaranya, di Piyungan, Banguntapan, Berbah, hingga Imogiri. Salah satunya adalah sepeda merek Polygon Strattos 55D ukuran M seharga Rp 17 juta di Kalurahan Sendangtiro, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman.
Kapolsek Berbah AKP Fitrianto Heri Nugroho menjelaskan, korban pencurian sepeda berwarna putih itu adalah HSD, 19, yang merupakan warga Mantrijeron, Kota Jogja. Peristiwa berawal pada Jumat (26/6) lalu sekitar pukul 18.00 korban menaruh sepedanya di teras rumah tanpa dikunci. Sehari setelahnya sekitar pukul 04.30 saat korban hendak salat subuh didapati sepedanya telah hilang.
"Atas kejadian tersebut korban melapor ke Polsek Berbah guna proses lebih lanjut," katanya dalam ungkap kasus pidana pencurian di Mako Polsek Berbah, Selasa (7/7).
Unit reskrim melakukan olah tempat kejadian dan mencari saksi usai laporan tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan didapatkan informasi bahwa pelaku adalah residivis pencurian sepeda juga di wilayah Umbulharjo, Banguntapan, dan Kretek. Heri menjelaskan, ini adalah penangkapan yang keempat kali usai pada penahanan terakhir pelaku dihukum empat tahun penjara. GT sendiri ditangkap pada Kamis (2/7) lalu berserta barang bukti saat berada di Giwangan, Umbulharjo.
Baca Juga: Penyedia Indeks Global MSCI Tetap Bekukan Penyesuaian Saham Indonesia
"Saat dilakukan introgasi pelaku mengakui perbuatan tersebut. Pelaku dibawa di Polsek Berbah dan dilakukan penangkapan untuk proses lebih lanjut," kata Heri.
Dia menerangkan, pelaku ini tidak memiliki tempat tinggal tetap dan hanya tidur berpindah-pindah antara satu masjid dengan masjid lainnya. Sasaran pencuriannya memang acak dan baru melakukan tindakannya saat uangnya telah habis. Hanya saja sarannya memang sepeda dengan spesifikasi bagus karena mempertimbangkan harga jual. Pernah suatu ketika pelaku sudah mencuri sepeda lalu melihat ada sepeda lain yang lebih bagus dan menukarnya. Sementara sepeda curian sebelumnya ditinggal.
"Uang habis dia jalan lagi ambil sepeda. Uang habis jalan lagi ambil sepeda. Seperti itu modusnya. Lengahnya pemilik jadi kesempatan dia buat ambil. Termasuk yang tidak dikunci itu," katanya.
Dalam pengembangan penyidikan kepolisian tidak hanya 14 sepeda yang dicuri oleh pelaku, tetapi juga satu buah sepeda motor merek Honda.
Seluruh hasil curiannya ini disetorkan pada SH, 50, yang bertindak sebagai penadah. Dari hasil curian sepedanya ini dijual GT dengan harga di bawah rata-rata. Ada yang Rp 2,2 juta, lalu Rp 1,5 juta, hingga Rp 600 ribu.
"Penadah ini tahu kalau sepedanya adalah hasil curian. Di rumah ada sekitar tujuh sepeda sementara yang lain ada yang dijual secara offline," katanya.
Motif GT dia sebut adalah ekonomi. Tindakan pencurian dilakukan untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Pencurian dilakukan satu bulan Juni ini. Karena memang sehari kadang satu, lalu sehari satu, seperti itu," katanya.
Atas tindakannya, tersangka GT dikenakan Pasal 477 KUHP baru dengan ancaman hukuman penjara tujuh tahun. Sementara tersangka SH Pasal 591 KUHP baru dengan ancaman penjara empat tahun.
Baca Juga: Menjaga Kesehatan Mulut, Investasi Sehat untuk Saluran Pencernaan
Kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan sepeda di wilayah Berbah, Bantul, maupun Sleman bisa menghubungi Polsek Berbah dengan membawa bukti kepemilikan. Hal ini karena sejumlah barang bukti masih belum diketahui pemiliknya dan pelaku mengaku lupa sejumlah tempat kejadian perkaranya.
Sementara itu, salah satu pemilik sepeda Yusuf Ardianto menjelaskan, sepedanya hilang tepat satu bulan lalu. Sepeda merek Polygon ini bukan dia beli menggunakan uang pribadi, melainkan hadiah dari Bupati Wonogiri atas prestasinya dalam lomba karawitan di tingkat nasional.
"Alhamdulillah tadi pagi dikabari kalau sudah ketemu. Biasanya sepedanya saya pakai buat ke masjid, olahraga, berangkat ngajar di pondok juga," ujarnya.
Saat dia cek sepedanya ini ada atribut tambahan berupa lonceng di bagian setangnya. Atas kejadian ini dia turut memasang CCTV di rumahnya sebagai langkah pengamanan. (del)
Editor : Bahana.