Pendonor Darah Sukarela di Kabupaten Sleman Peroleh Penghargaan
Delima Purnamasari• Minggu, 28 Juni 2026 | 21:45 WIB
Penyerahan penghargaan donor darah di Kabupaten Sleman Minggu (28/6). (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman memberikan penghargaan kepada para Pendonor Darah Sukarela (PDS) sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mendukung ketersediaan darah bagi masyarakat. Penghargaan tersebut diserahkan pada peringatan Hari Donor Darah Sedunia (HDDS) Tahun 2026 yang diselenggarakan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Minggu (28/6).
Dalam kesempatan ini PMI DIY memberikan penghargaan kepada 112 pendonor yang telah mendonorkan darah sebanyak 50 kali. Sementara itu, PMI Kabupaten Sleman memberikan penghargaan kepada 34 pendonor yang telah mendonorkan darah sebanyak 25 kali sebagai perwakilan dari 606 pendonor yang memenuhi kriteria. Sebanyak 572 pendonor lainnya menerima penghargaan dalam bentuk piagam digital.
Salah satu yang memperoleh penghargaan adalah Teguh Widijanta karena sudah mendonorkan darah sebanyak 50 kali. Dia sebut apresiasi ini menjadikan para pendonor darah merasa bangga sekaligus jadi motivasi untuk semakin rutin menyumbangkan darahnya. Konsistensinya adalah bentuk semangat kemanusiaan untuk membantu sesama. "Dalam donor darah sendiri kami juga merasakan manfaat kesehatan dan ada fasilitas pemeriksaan juga dari PMI terkait kondisi kami," katanya ditemui di sela-sela acara.
Teguh bercerita jika dia mulai mendonorkan darah sekitar tahun 2012 lalu kini rutin dilakukan setiap dua bulan sekali. Dia sebut bahkan badannya bisa terasa pegal jika tidak melakukan donor darah karena saking terbiasanya. "Kuncinya tentu menjaga makan, kesehatan, dan pola hidup. Donor darah ini justru jadi semacam gaya hidup," katanya.
Ketua PMI Kabupaten Sleman, Mafilindati Nuraini menyampaikan, penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada para pendonor yang secara konsisten mendonorkan darah secara sukarela. Menurutnya, penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi para pendonor untuk terus mendonorkan darah secara rutin sekaligus mengajak lebih banyak masyarakat berpartisipasi dalam gerakan donor darah.
Hingga Juni 2026 sendiri tercatat sebanyak 98.163 pendonor telah terdaftar di PMI Kabupaten Sleman. Pada tahun 2025, produksi darah mencapai 26.426 kantong, sedangkan distribusi darah mencapai 39.210 kantong. Data tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan darah di Kabupaten Sleman masih cukup tinggi sehingga diperlukan peningkatan jumlah pendonor aktif untuk menjaga ketersediaan stok darah bagi masyarakat.
"Melalui peringatan Hari Donor Darah Sedunia ini kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi pendonor darah sukarela secara rutin," ujar Mafilindati.
Sementara itu Bupati Sleman, Harda Kiswaya menyampaikan, pemerintah terus mendukung berbagai program kemanusiaan PMI, termasuk melalui inovasi Layanan Darah di Sleman Gratis (Lada Manis) untuk meningkatkan kemudahan pelayanan darah bagi masyarakat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, PMI, fasilitas kesehatan, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga ketersediaan darah yang aman dan mencukupi. "Kami meyakini setiap tetes darah adalah bentuk harapan kehidupan bagi penerimanya," katanya. (del)