Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Penjualan Pertashop Anjlok Buntut Kenaikan Harga Pertamax

Delima Purnamasari • Jumat, 26 Juni 2026 | 21:00 WIB
LENGANG: Warga yang mengisi bahan bakar minyak jenis Pertamax di Pertashop, Kalasan, Sleman Jumat (26/6). (Delima Purnamasari/Radar Jogja)
LENGANG: Warga yang mengisi bahan bakar minyak jenis Pertamax di Pertashop, Kalasan, Sleman Jumat (26/6). (Delima Purnamasari/Radar Jogja)

SLEMAN - Kenaikan harga Pertamax menyebabkan pelanggan beralih ke Pertalite sebagai bahan bakar minyak (BBM) yang disubsidi. Kebijakan ini menyebabkan antrean Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mengular sekaligus anjloknya penjualan Pertamax di Pertashop. 

Salah satu petugas Pertashop di Kapanewon Kalasan Eko Siswadi bercerita, saat harga Pertamax Rp 12.200, dalam sehari bisa laku 800 liter hingga 1.000 liter. Sementara dengan harga Rp 16.150, paling banyak hanya 550 liter. Namun kondisi ini tak menentu. Pernah suatu ketika penjualan hanya laku 350 liter.

 Baca Juga: PT BPR BKK Kebumen Siap Gabung ke PT BPR Satu Jateng

Anjloknya permintaan, membuat pengisian tangki bisa dilakukan lima hari sekali. Sedangkan sebelumnya, maksimal tiga hari sekali. "Hampir 40 persen itu hilang (permintaan, Red)," kata pegawai yang sudah bekerja 1,5 tahun ini Jumat (26/6). 

Pertashop ini, lanjutnya, menerapkan dua sif jaga dengan waktu operasional dari 05.30 hingga 21.30. Pelanggannya beragam, dari pengendara sepeda motor, mobil, hingga toko kelontong yang biasa menjual bensin eceran.

 Baca Juga: 514 Taruna Akmil Kirab Pamitan di Magelang, Sarat Etika dan Nilai Sopan Santun Ketimuran

Eko menilai, membeli bensin di Pertashop diminati karena tidak antre dan hanya selisih Rp 100 per liter dibanding dengan SPBU. Hanya saja, dengan kenaikan Pertamax yang signifikan pelanggannya lebih memilih beralih pada Pertalite yang tidak dijual di Pertashop. 

"Kalau kelontong mau ambil di sini dijual Rp 18.000. Pelanggan pasti mikir kalau nambah Rp 2.000 sudah dapat dua liter Pertalite di SPBU," katanya. 

 Baca Juga: Dorong Kapasitas Pelaku UMKM dan Kemajuan Ekonomi Daerah, BRI Branch Office Bantul Salurkan KUR Rp 1,2 T

Dia bercerita, ketika penjualan mencapai target tertentu, pegawai bisa diberikan bonus. Dengan kondisi ini dia kini hanya bisa mengandalkan gaji saja. 

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations, and Corporate Social Responsibility Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga Taufiq Kurniawan memahami, penyesuaian harga dapat berdampak pada dinamika penjualan di tingkat mitra, termasuk Pertashop. Dia sebut Pertamina senantiasa menghargai peran Pertashop sebagai ujung tombak distribusi BBM hingga ke pelosok daerah.

 

"Terkait hal ini, kami terus membuka komunikasi aktif dengan para mitra Pertashop untuk memahami kondisi di lapangan dan mencari solusi bersama," katanya. 

 

Penyesuaian harga yang dilakukan merupakan bagian dari kebijakan yang mempertimbangkan berbagai faktor. Termasuk keekonomian dan keberlangsungan usaha seluruh ekosistem distribusi. Dia menegaskan, Pertamina berkomitmen untuk terus mendukung kelangsungan usaha mitra, termasuk melalui program-program pembinaan dan evaluasi skema kemitraan yang ada. (del/eno) 

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#harga pertamax #pertashop #harga #penjualan #Pertama