Manajemen Buka Suara soal Penyalaan Kembang Api di Candi Prambanan
Delima Purnamasari• Jumat, 26 Juni 2026 | 15:07 WIB
JADI JUJUKAN: Objek wisata Candi Prambanan masih menjadi destinasi favorit saat mengunjungi Sleman.
SLEMAN - Penyalaan kembang api di Candi Prambanan tengah jadi bahasan warganet di sejumlah media sosial. Warganet menyebut bahwa penyalaan kembang api ini bertujuan untuk foto prewedding. Sebagian mengaku kaget sampai keluar rumah dan tak sedikit yang mengkhawatirkan dampak kembang api bagi bangunan bersejarah tersebut.
General Manager Prambanan & Ratu Boko, Leonardus Adityo Nugroho menjelaskan, terkait informasi mengenai suara kembang api di sekitar kawasan Candi Prambanan dilakukan pada Rabu (24/6) pukul 21.00. Dia menegaskan bahwa penyalaan kembang api tersebut tidak dilakukan di area operasional Candi Prambanan atau Zona 2.
"Penyalaan kembang api berada di luar area Candi Prambanan, tepatnya di area RT 25 Desa Tlogo, Prambanan, Klaten," katanya dikonfirmasi, Kamis (25/6).
Berdasarkan informasi yang dia terima, kegiatan tersebut telah berkoordinasi dengan warga desa setempat dan sudah memperoleh perizinan dari pihak berwenang. Adityo menegaskan, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko senantiasa berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga keamanan, kenyamanan pengunjung, masyarakat sekitar, serta kelestarian kawasan cagar budaya.
Saat disinggung soal tujuan penyalaan kembang api tersebut untuk foto prewedding seperti yang tersebar di media sosial, Adityo sebatas memberi jawaban normatif. Dia sebut segala kegiatan di dalam kawasan Candi Prambanan sudah mendapatkan izin dari seluruh pihak terkait dan mematuhi seluruh peraturan yang ada.
"Saya bilang apapun kegiatannya. Apakah foto prewedding, wedding, konser, persembahyangan semua mengikuti aturan," ujarnya. (del)