SLEMAN - Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman menyelenggarakan rapat terkait perpindahan Kantor Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Mlati yang kini mesti menumpang di ruang tata usaha (TU) milik SDN Tlogoadi. Rapat yang diselenggarakan pada Senin (22/6) ini turut mengundang lurah, bagian hukum, bagian pemerintahan, kalurahan, inspektorat, hingga dinas pertanahan dan tata ruang (dispertaru). Hanya saja untuk Korwil diwakili oleh disdik sendiri.
Kepala Disdik Sleman Mustadi menjelaskan, dari proses rapat ini dihasilkan sejumlah keputusan. Pertama, Kantor Korwil Pendidikan Mlati tetap menumpang di SDN Tlogoadi karena gedung akan digunakan untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tlogoadi. Hanya saja nanti akan dilakukan pembenahan agar sarana prasarananya lebih representatif. Harapannya nanti tidak akan mengganggu pelayanan pendidikan di Kapanewon Mlati.
"Intinya bahwa disdik untuk segera membantu kesiapan KDMP, itu saja. Kemudian dipindah ke SDN Tlogoadi," katanya ditemui usai rapat.
Keputusan kedua bahwa Korwil di SDN Tlogoadi ini hanya sementara. Nantinya akan dipindahkan sesuai dengan rencana di sebagian bangunan SDN Nglarang yang tidak terdampak tol. Untuk pemindahannya masih menunggu bangunan SDN Nglarang yang baru selesai karena bangunan lama masih digunakan pembelajaran. Hanya saja, Mustadi belum bisa memastikan terkait waktunya.
"Kami belum bisa memastikan waktunya kapan untuk menumpang ini. Tapi yang sekarang dimaksimalkan, seperti menyediakan ruang rapat atau listrik kalau kurang," katanya.
Menurutnya, tidak mungkin jika pemerintah harus memberikan tempat lain dengan menyewa karena perlu ada kajian lebih lanjut. Apalagi juga harus mempertimbangkan kondisi saat ini dengan adanya efisiensi. Mustadi menegaskan, bahwa sebelum memilih lokasi ini pemerintah kalurahan telah mencoba mencari opsi lain untuk KDMP. Hanya saja memang terganjal status lahan sawah dilindungi (LSD) maupun lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B).
"Untuk KDMP proses tadi dari Dispertaru menyampaikan sudah ada administrasi dan sebagainya, kemudian kodim menghubungi Dispertaru. Nanti dibikin bangunan baru," ujarnya.
Dia menegaskan bahwa proses pembahasan pemindahan Kantor Korwil Mlati ini sudah lama. Rencananya, akan digunakan sebagai tempat untuk usaha untuk bisa meningkatkan pendapatan asli kalurahan. Hanya saja dia tidak menampik bahwa KDMP ini jadi percepatan akan prosesnya. Disinggung soal waktu kepindahan yang hanya seminggu, Mustadi mengaku tidak tahu persis.
Terpisah, Wakil Ketua Forum Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota Nasional, Sudiyo menjelaskan, tidak ada yang menolak KDMP. Hanya saja tidak semestinya permintaan pindah dilakukan dengan tergesa-gesa. Korwil Mlati sendiri dulunya juga pernah dipindah dari Kalurahan Sendangadi, tetapi prosesnya lancar karena sudah disiapkan tempat yang baru.
"Tapi kalau ini tempatnya sangat terbatas. Dan yang paling menyedihkan itu untuk menyimpan arsip-arsip. Itu sama sekali enggak layak," ujarnya.
Dengan keputusan pemerintah seperti ini dia sebut tentu Korwil tidak bisa berbuat banyak. Harapannya rencana ada penambahan sarana prasarana yang memadai benar-benar bisa dilaksanakan. Lewat peristiwa ini dia membiarkan masyarakat yang menilai bagaimana keberpihakan pemerintah. (del)